Sabtu, 13 Jun 2026 00:58 WIB

Perjalanan Pilu Santri Terbakar di Pasuruan Dirawat 20 Hari hingga Meninggal

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 19 Jan 2023 16:59 WIB
Prosesi pengantaran jenazah Almarhum ke pemakaman (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Prosesi pengantaran jenazah Almarhum ke pemakaman (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan orang mengiringi prosesi pemakaman jenazah INF (13), santri Ponpes Al-Berr Pandaan, Pasuruan yang meninggal usai 20 hari mendapat perawatan medis akibat terbakar.

INF dimakamkan di pemakaman umum kampungnya Dusun Kepulungan 2, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Dengan berlinang air mata, Gunawan, ayah INF mencoba tegar ikut berjalan kaki mengantar anaknya menuju tempat peristirahatan terakhir.

Sementara sang ibu, Siti Yulia tampak terus memeluk foto anaknya. Beberapa saudara yang menemani Siti di rumahnya terus menenangkannya dan memintanya untuk tetap tabah serta ikhlas.

"Mungkin ini sudah takdirnya, saya ikhlas dan sudah memaafkan pelaku dan orangtuanya," jelas Siti sembari terus menangis, Kamis (19/1/2023).

Sementara Sulika yang duduk disebelah Siti menceritakan bahwa INF selama menjalani perawatan medis terus menjaga kesadarannya dan bersemangat untuk sembuh. Kedua orangtuanya berjaga secara bergilir, karena pihak RSUD hanya mengijinkan satu orang saja yang menjaga INF.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

INF ingat betul saat ia menjalani empat kali operasi pembersihan luka bakar dan membicarakan itu dengan ibunya yang menunggui di kamar pasien.

Bahkan ketika merasa sesak dan batuk hingga mengeluarkan darah, INF tetap mencoba semangat dan terus mengucapkan asma Allah.

Memasuki 18 hari perawatan medis, INF yang sebelumnya nampak sembuh, tiba-tiba kesehatannya drop. Ketika dilakukan tindakan operasi pembersihan luka bakar kelima, dia tidak ingat.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Saat sadar, tepatnya hari ke-19 menjalani perawatan medis, INF meminta ibunya agar ia dipulangkan. Di satu sisi Siti hanya bisa menenangkan INF serta meyakinkan jika sebentar lagi ia akan sembuh.

"Setelah meminta pulang, almarhum meminta ibunya untuk memanggilkan ayahnya. Siti Yulia pun harus berjalan keluar untuk memanggil suaminya. Tidak bisa langsung, karena ada aturan RSUD. Setelah diberitahu dan ayahnya ke ruang perawatan, almarhum sudah meninggal dunia," pungkas Sulika.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.