Senin, 15 Jun 2026 11:25 WIB

Umsida Desak Pemkab Sidoarjo Sediakan JPO, Ini Usulan Lokasinya

Diskusi publik tentang pentingnya JPO di Umsida. (foto: Umsida for jatimnow.com)
Diskusi publik tentang pentingnya JPO di Umsida. (foto: Umsida for jatimnow.com)

jatimnow.com - Para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendesak pemerintah kabupaten segera menyediakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Majapahit dan Jalan Raya Gelam.

Urgensi kebijakan JPO ini dirasa penting salah satunya adalah melihat masih banyaknya warga yang menyeberang di jalur cepat di dua titik tersebut.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Selain itu, para akademisi juga menekankan unsur keselamatan bagi warga yang dinilai sering lalu-lalang di dua jalur itu.

“Fakta di lapangan, warga masih menyeberang di jalur cepat. Ini membahayakan keselamatan dan mengganggu arus lalu lintas. Sedangkan, hingga kini memang hanya terdapat empat JPO untuk menyebarang di Sidoarjo. Ini bisa memicu kemacetan dan kecelakan yang sering terjadi di sekitar RSUD Sidoarjo,“ ujar Dosen Prodi Administrasi Publik Umsida, Ilmi Usrotin Choiriyah.

Menurutnya, saat ini hanya ada empat JPO di jalan-jalan utama Kabupaten Sidoarjo. Di antaranya JPO Jenggolo Sidoarjo, JPO Aloha Gedangan, JPO Waru, dan JPO Tjiwi Kimia daerah Tarik. Ilmi menambahkan urgensi pembangunan JPO dianggap penting di beberapa ruas atau titik karena beberapa hal.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

ia kemudian menyebut Jalan Mojopahit. Di jalan ini termasuk lajur cepat, karena berada di kompleks Kampus Umsida, Masjid Muhammadiyah, lalu lalang pasien dan pengunjung RSUD, serta Kompleks padat.

Selanjutnya di titik Jalan Raya Gelam arah ke Keramean Timur. Di lokasi ini juga masuk jalur cepat, karena dekat dengan kompleks kampus, halte bus transjatim masing-masing arah Surabaya-Malang dan sebaliknya.

Senada dengan Ilmi, Hendra Sukmana selaku Sekretaris Pusat Studi Kebijakan Publik dan Media Umsida juga berharap agar hal ini dapat menjadi masukan untuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

“Diharapkan ini akan menjadi masukan bagi Pemkab Sidoarjo. Dan saya harap rekomendasi ini dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan penyeberangan jalan, yang kurang berhati-hati atau menyebrang sembarangan akibat minimnya JPO,” tegas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa sebagai visi dan misi dalam pembangunan infrastruktur untuk memenuhi mobilitas warga di Kota Delta.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.