Rabu, 17 Jun 2026 17:14 WIB

Sambut Imlek, Baju Dewa di Klenteng Tjo Tik Kiong Tulungagung Diganti

Proses mengganti baju dewa di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Proses mengganti baju dewa di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Persiapan terus dilakukan oleh pengurus Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, menyambut Tahun Baru Imlek 2574. Mereka menggelar ritual memandikan dan mengganti baju dewa yang ada di klenteng ini.

Baju para dewa yang sebelumnya berwarna kuning, diganti dengan warna merah. Nantinya saat perayaan ulang tahun dewa utama di klenteng ini, baju akan diganti kembali ke warna kuning.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Tjio Jing Jing mengatakan terdapat 17 dewa yang diganti bajunya menyambut tahun baru Imlek ini. Dewa utama di klenteng ini adalah Mak Co.

Karena dewa utamanya perempuan, proses memandikan dan mengganti baju ini dilakukan secara tertutup. Hanya perempuan yang belum menikah atau janda saja yang terlibat dalam proses ini.

"Mak Co memang meminta yang menggantikan baju itu, perempuan yang bersih. Dalam arti perempuan yang masih perawan atau yang janda. Jika tidak diikut, bianya Mak Co sendiri yang akan menegur," ujarnya, Rabu (18/1/2023).

Pakaian yang dikenakan para dewa ini sebelumnya dominan dengan warna kuning. Namun untuk menyambut Imlek pakaian yang dikenakan diganti dengan warna merah. Tradisi ini selalu dilakukan menjelang perayaan Imlek.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selama proses penggantian baju, ruang dalam klenteng ditutup rapat dan pria dilarang untuk ikut dalam proses tersebut.

"Jadi prosesnya mulai dari memandikan Mak Co, setelah itu mengganti baju Mak Co dengan warna merah. Warna merah identik dengan kebahagiaan," tuturnya.

Ritual lain yang biasanya dilakukan dalam proses penggantian baju ini adalah membawa pulang air bunga sisa memandikan patung dewa. Air ini dipercaya bisa membuang sial dan tolak bala. Biasanya pengurus klenteng akan menyiapkan air ini dalam kantong plastik yang bisa langsung dibawa pulang ke rumah oleh umat yang biasa datang ke Klentheng.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Ini air bunga Mak Co ini dibawa pulan buat mandi umat, nanti dipercaya bisa menangkal hal-hal buruk dan mendatangkan keberuntungan selama tahun ini," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.