Rabu, 17 Jun 2026 06:08 WIB

Semringah Petani Buah Naga di Jombang Jelang Perayaan Imlek 2023

Asnawi, petani buah naga asal Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (Foto-foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)
Asnawi, petani buah naga asal Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (Foto-foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Para petani di Jombang merasakan kegembiraan atas naiknya harga buah naga yang ditanamnya jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2023.

Hal itu dirasakan para petani buah naga di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Salah satu petani, Asnawi (53) mengaku, setiap tahunnya, mendekati perayaan Imlek harga buah naga selalu mengalami kenaikan. Karena menurutnya, buah naga bagi warga Tionghoa dipercaya membawa keberuntungan, ketika disajikan untuk para dewa.

"Kalau menjelang Tahun Baru Imlek itu memang di sini banyak permintaan buah naga. Karena warga Tionghoa itu butuh untuk disajikan para dewa. Seperti saat ini, kami sampai kwalahan melayani pembeli buah naga," ungkap Asnawi, Rabu (18/1/2023).

Asnawi mengatakan bahwa pembeli buah naga terus berdatangan, bahkan dari luar daerah, seperti Mojokerto, Surabaya, Kediri dan Nganjuk.

Dia merinci, hasil panen 500 batang buah naga tersebut, jumlahnya cukup lumayan banyak.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Kalau soal jumlah panen sekarang bisa mencapai satu kwintal buah naga. Kalau sebelumnya mungkin cuma sekitar 50 kilogram setiap panen," papar dia.

Dia menyebut, harga buah naga saat ini mengalami kenaikan. Dan kenaikan ini terjadi sejak beberapa pekan yang lalu.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Harga buah naga naik. Awal tahun baru itu masih Rp5 ribu perkilogram. Tak lama kemudian naik jadi Rp6 ribu. Terus sekarang tambah mendekati Imlek, naik jadi Rp7.500. Kemungkinan ke depannya terus alami kenaikan," papar Asnawi.

Kondisi ini, sambung Asnawi, berdampak pada keuntungan tiap bulannya, bila dibandingkan dengan hari biasa atau sebelum Imlek.

"Soal omzet, pastinya meningkat. Sebelumnya setiap bulan dapat Rp5 juta, saat ini dapat Rp10 juta bahkan lebih," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.