Kamis, 18 Jun 2026 05:41 WIB

Kuy! Intip Sejarah 2 Dusun Unik di Sidoarjo, Bokong Duwur dan Bokong Ngisor

foto : Gapura Dusun Bokong Ngisor di Sidoarjo. (foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
foto : Gapura Dusun Bokong Ngisor di Sidoarjo. (foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nama dusun dalam bagian desa bisa menjadi identitas yang lekat dengan kisah. Malahan di dalamnya tersemat cerita bertutur turun temurun. Itulah yang tersemat di dua dusun dengan nama unik yang ada di Sidoarjo.

Terletak di ujung barat daya Sidoarjo, dua dusun yang dimaksud adalah "Bokong Duwur" dan "Bokong Ngisor". Nyeleneh tapi unik.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Masuk dalam denah administrasi Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, nama dua dusun tersebut sering menjadi bahan gelak tawa orang awam yang datang, atau yang baru mengetahuinya.

Bagaimana tidak, kata "bokong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti "pantat" dalam bahasa jawa. Sedangkan kata "duwur dan ngisor" dalam bahasa jawa berarti "tinggi dan rendah".

Hal yang sedikit aneh, dua dusun memiliki ejaan yang unik. Bokongisor tertulis di gapura digandeng, sedangkan Bokong Duwur ditulis terpisah atau diberi spasi di gapura. Tapi penulisan sesuai administrasi, adalah Dusun Bokong Duwur dan Bokong Ngisor.

Kepala Dusun Bokong Duwur, Abdul Rohman saat ditemui menerangkan bahwa banyak cerita yang berkembang di masyarakat, soal awal mula penamaan nama kedua dusun.

Gapura pintu masuk Dusun Bokong Duwur di Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. (foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)Gapura pintu masuk Dusun Bokong Duwur di Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. (foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Masyarakat setempat percaya bahwa nama dua dusun itu dipengaruhi oleh nama sungai yang melintas di dua dusun unik ini. Nama sungai itu dikenal dengan nama "Sungai Bokong".

"Karena mayoritas penduduk adalah petani, dulu kala untuk mencapai sawah, mbah-mbah harus menyeberangi Sungai Bokong ini. Para petani terpaksa menaikkan kain jarik dan sarung yang dikenakannya sampai ke pantat (bokong). Semakin menyeberang sungai semakin dalam, hingga (jarik dan sarung) naik ke atas pantat," papar Rohman.

Berkat sering melewati daerah itulah, akhirnya dusun ini diberi nama Bokong Duwur. Sebab kain jarik dan sarung yang diangkat hingga di atas pantat. Adapun Dusun Bokong Ngisor karena kain diangkat tidak sampai ke pantat. Dari situlah cerita masyarakat berkembang.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Ada juga cerita yang berkembang, yang lewat itu bukan petani. Melainkan para bidadari yang sengaja melintas sungai untuk menuju Dusun Telaga yang tidak jauh dari kedua dusun ini," imbuhnya.

Lebih jauh, pria berusia 45 tahun ini menjelaskan belum ada sumber literasi yang jelas tentang awal mula penamaan dua dusun itu. Kendati nama yagn disematkan sedikit menggelitik telinga.

"Saya berharap ke depan ada sumber literasi, agar anak-anak generasi setelah kami mengetahui," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.