Rabu, 17 Jun 2026 13:24 WIB

Dekatkan Pelayanan ke Warga Trenggalek, Mas Ipin Ajak OPD Makaryo Neng Deso

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin saat bertemu langsung dengan masyarakat. (Foto-foto: Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)
Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin saat bertemu langsung dengan masyarakat. (Foto-foto: Prokopim Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengajak jajarannya bekerja di desa agar bisa mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Melalui program "Makaryo Neng Deso", diharapkan semua OPD bisa mengenali dan menginventarisasi langsung kebutuhan masyarakat secara riil di lapangan. Dengan begitu struktur anggaran yang disusun benar-benar berbasis masyarakat karena pemerintah daerah turun langsung ke lapangan, mendengar keluh kesah mereka.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

"Mulai tahun 2023 ini, setiap Hari Rabu kita canangkan menjadi kegiatan "Makaryo Neng Desa" (bekerja di desa). Seluruh OPD memang kita minta turun semuanya untuk menginventarisir masalah dan menyelesaikan masalah on the spot di situ," ucap Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggelek, Rabu (11/1/2023).

"Salah satunya ini tadi di sisi pertanian. Ada keluhan hama dan kita lakukan penyemprotan. Kemudian mereka membutuhkan air dan sebagainya, sehingga ini langsung terpotret," lanjut bupati muda ini.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Serahkan SK Pensiun kepada 90 PNS

Dengan program ini, kata Mas Ipin, seluruh OPD saat ini hampir tidak ada yang di kantor. Sekitar 40 persen akan memberikan pelayanan di lapangan.

Baca Juga: Inflasi di Trenggalek 2,53 Persen, Mas Ipin Gunakan Pendekatan Ekologi

"Kemudian setiap Jumat-nya akan kita inventaris, biasanya di coffee morning dibahas mana saja yang bisa ditangani cepat, mana yang harus menggunakan anggaran," tegas Mas Ipin.

"Kemudian mana yang sudah ada anggarannya dan mana yang belum teranggarkan. Ini yang akan diinventarisir sehingga struktur anggaran kita kedepan sudah benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat karena kita langsung melakukan tinjauan di lapangan," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.