Selasa, 16 Jun 2026 21:45 WIB

Petani Cabai di Mojokerto Panen Lebih Cepat Gegara Faktor Ini

Petani saat memanen cabai rawit yang masih berwarna hijau. (Foto: Nor for jatimnow.com)
Petani saat memanen cabai rawit yang masih berwarna hijau. (Foto: Nor for jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani cabai rawit di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto memilih panen lebih awal karena harganya mulai melonjak mencapai Rp58 ribu per kilogram.

Kenaikan harga komoditi yang memiliki rasa pedas ini mulai terjadi sejak awal tahun 2023. Bahkan, harga cabai rawit merah sudah tembus mencapai Rp58.000 per kilogram di tingkat tengkulak.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Harganya naik terus, makanya dipanen saja. Cabai warna hijau ini saja sudah Rp32.000 per kilogram sekarang di tengkulak," kata Tegas, petani di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Selasa (10/1/2023).

Panen lebih awal, lanjut Tegas, itu dilakukan karena hama yang mulai menyerang pohon cabai rawit para petani sehingga mereka memilih panen lebih cepat.

"Dari pada kena atau diserang hama dan rusak juga, mending dipanen saja. Harganya juga lagi naik-naiknya ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kadisperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah menjelaskan harga cabai sempat stabil dan mulai merangkak naik usai tahun baru hingga sekarang yang hampir menyentuh Rp60 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai lumrah disaat permintaan pasar tinggi dan ketersediaan terbatas yang juga dipengaruhi faktor musim hujan.

Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Merah di Probolinggo Mengalami Kenaikan

"Jika persediaan terbatas seperti cabai ini secara otomatis harganya merangkak naik kita sudah berupaya untuk pengendalian kenaikan itu dan terpenting ketersediaan tetap ada di pasaran," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah melalui Disperindag telah berupaya mengatasi kenaikan harga cabai salah satunya dengan inovasi pengolahan cabai.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke masyarakat agar beralih menggunakan cabai olahan yang diproduksi UMKM Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Upaya kita sekarang mensosialisasikan dan mengkampanyekan produk olahan cabai yang sekarang sudah berjalan sehingga masyarakat bisa beralih menggunakan produk olahan cabai sebagai alternatif pengganti cabai," ucap Iwan.

Masih kata Iwan, pihaknya berharap masyarakat dapat beralih menggunakan produk olahan cabai di saat harga cabai melambung tinggi.

"Masyarakat bisa beralih menggunakan produk olahan cabai yang sekarang sudah kita juga melatih pelaku UMKM untuk pengolahan. Jika masyarakat beralih ke olahan cabai maka secara tidak langsung membantu menstabilkan harga cabai di pasaran," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.