Kamis, 18 Jun 2026 10:44 WIB

Proyek Tanggul Pengendalian Banjir di Mojokerto Bakal Dilanjutkan

Pejabat Pemkab Mojokerto saat mengecek proyek di Tahun 2022 (Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Mojokerto)
Pejabat Pemkab Mojokerto saat mengecek proyek di Tahun 2022 (Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Mojokerto)

jatimnow.com - Proyek tanggul pengendalian banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bakal dilanjutkan Tahun 2023 ini.

Proyek ini meliputi penguatan tanggul beton di Sungai Avour Watudakon dan Sungai Balongkrai, aliran dari Kota Mojokerto. Penguatan tanggul semi permanen di Sungai Avour Jombok berupa gundukan tanah untuk penahan air sementara.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

BBWS Brantas juga telah menyiapkan rumah pompa di aliran Sungai Avour Jombok yang akan difungsikan untuk pengendalian banjir.

Petugas PPK dan Pantai 1 BBWS Brantas, Rizal Arifuddin mengatakan, penguatan tanggul beton di sejumlah titik rawan banjir di Desa Tempuran telah selesai. Namun memang tanggul di sisi selatan Avour Jombok masih semi permanen.

"Sebenarnya kalau penguatan tebing secara sistem itu titik-titik kritisnya sudah kami tangani," ungkap Rizal, Rabu (4/1/2023).

Rizal menambahkan, pengerjaan penguatan tanggul yang membentang dari kedua sisi sekitar dua kilometer dari Watudakon dan satu kilometer penguatan tanggul Jombok, Kabupaten Jombang hingga Desa Tempuran, Kabupaten Mojokerto telah selesai.

"Namun pemdes minta semuanya sungai dirapikan, diplengseng. Nah kalau seperti itu kita menunggu kajian dulu, evaluasi misalkan kondisinya masih ada banjir nanti kita akan program kan lagi terutama di Avour Jombok," jelasnya.

Menurut Rizal, penguatan tanggul dengan beton ini bisa mencegah banjir di Desa Tempuran. Paling tidak tanggul beton Watudakon dapat menampung debit banjir sekitar 90 meter kubik per detik.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Namun, hasil evaluasi di lapangan, jika terjadi banjir di Tempuran, penyebabnya adalah jembatan penghubung usaha tani di sisi selatan Desa Tempuran yang terlalu rendah, sehingga apabila tersumbat sampah, air Sungai Avour akan meluber.

"Salah satu penyebab banjir itu ada jembatan yang terlalu rendah kami sarankan ke Pemerintah Daerah agar direnovasi. Kalau sampah tersangkut di situ, pastinya tanggul kami akan over sehingga memicu banjir," beber dia.

Rizal menjelaskan, pihaknya akan mengirimkan surat ke Pemkab Mojokerto supaya segera menindaklanjuti renovasi jembatan di Desa Tempuran itu.

"Sudah kita koordinasikan dengan rekan-rekan dari Kabupaten Mojokerto. Dalam waktu dekat ini kami akan bersurat, ibaratnya mengingatkan kembali bahwa untuk program pengendalian banjir agar optimal," tambah Rizal.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Sementara Kepala Desa Tempuran, Slamet menjelaskan, pihaknya berencana mengajukan penguatan tanggul beton di sebelah selatan balai desa aliran Avour Jombok.

"Kita akan ajukan ke BBWS Brantas penguatan tanggul beton karena disisi selatan Avour Jombok itu belum masih tanggul semi permanen," tegas Slamet.

Dia mengaku khawatir dengan ancaman banjir dari aliran Avour Jombok jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Kita masih khawatir potensi banjir di sisi selatan karena tanggul semi permanen belum dibeton. Kalau hujan bisa jebol," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.