Jumat, 19 Jun 2026 09:59 WIB

Kasus Penipuan Rekrutmen Tenaga Kerja ke Australia, Polisi Periksa Anak Terlapor

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus dugaan penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja ke Australia yang merugikan 32 orang calon tenaga kerja kini telah naik statusnya ke penyidikan.

Polisi pun memeriksa Asmiatun Solihah yang merupakan anak dari Ismuasih, terlapor pemilik rumah sekaligus pelaku rekrutmen tenaga kerja itu.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Kasat Reskrim polres Jombang AKP Giadi Nugraha menjelaskan bahwa penyidik dari Satreskrim Polres Jombang telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk Asmiatun Solihah yang merupakan anak dari Ismuasih.

"Saksi sudah kita periksa, keluarga pelaku sudah, anaknya (Ismuasih), sudah kita mintai keterangan juga, dan status sudah naik ke penyidikan," ungkapnya saat ditemui di kantor Satreskrim Polres Jombang, Rabu (4/1/2023).

Ia menjelaskan pemeriksaan anak pelaku ini dilakukan lantaran pihak Ismuasih tidak datang saat dimintai keterangan oleh polisi.

"Orangnya gak ada di tempat. Dan sudah kita panggil resmi untuk datang, rencana hari Sabtu," bebernya.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Jika nanti pada panggilan berikutnya pihak Ismuasih tidak menghadiri undangan penyidik, Giadi menyebut pihaknya akan tetap melakukan pemanggilan ulang.

"Kalau gak datang ya kita panggil yang kedua, kalau gak datang ya kita jemput," katanya.

Saat ditanya terkait hasil pemeriksaan terhadap anak Ismuasih, Giadi mengatakan, anak pelaku saat itu mengaku tidak mengetahui perbuatan yang dilakukan ibunya.

Baca Juga: Pria Sidoarjo Beli Motor Ninja di Jember Diduga Pakai Uang Mainan

"Kalau anaknya itu mengaku biasanya dia sebagai makelar TKI. Katanya dia (anak Ismuasih) sih, dia ditipu orang lagi, cuman masih proses pembuktian juga sih," ujarnya.

Ketika ditanya apakah penyidik juga mendalami dugaan pemalsuan dokumen visa pada kasus tersebut. Ia mengaku akan masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Kita nunggu keterangan Bu Ismu. Karena dugaan tiket palsu itu apakah itu dia sendiri atau dari orang lain, karena anaknya ngaku gak tahu. Makanya nunggu keterangan Bu Ismu," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.