Selasa, 16 Jun 2026 15:02 WIB

Santri Ponpes Al Berr Pasuruan Terbakar, Ini Reaksi Kemenag Jatim

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam. (Foto: Febri for jatimnow.com)
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam. (Foto: Febri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Jawa Timur (Jatim) menyesalkan peristiwa santri Ponpes Al Berr yang terbakar.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam mengatakan, peristiwa kekerasan antar-santri tidak bisa dibenarkan. Pihaknya mencurigai ada unsur kelalaian dalam pengawasan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Ya, itu tidak bisa dibenarkan. Semua tindakan yang tidak baik itu tidak bisa dibenarkan," ucap As'ad kepada jatimnow.com, Senin (2/1/2023).

Dari adanya peristiwa itu, pihaknya telah menerjunkan petugas Kemenag Kabupaten Pasuruan ke pondok tersebut tadi pagi. Untuk perkembangan selanjutnya, pihakya masih menunggu tim dari lapangan. Namun untuk proses hukum, Kemenag Jatim memastikan akan menghormati aturan yang ada.

"Nah tindakan berikutnya untuk menjadi tersangka dan selanjutnya ini kan menjadi kewenangan aparat hukum," lanjutnya.

Adakah rencana mengaudit Ponpes Al Berr? As'ad menyebut, Ponpes Al Berr merupakan yayasan yang sudah beroperasi sejak lama.

Baca Juga: Sah! 1.752 CPNS Kemenag Jawa Timur Resmi Diangkat Jadi PNS

Di sisi lain ia menyesalkan adanya kelalaian terhadap santri tersebut. Namun, sepanjang sejarah yang ia ketahui, yayasan tersebut tidak pernah memiliki kesalahan dalam operasional.

"Pesantren tidak pernah mengajarkan kekerasan. Ini saya kira murni antar-santri, yang memang bahwa santri ini memiliki karakter yang berbeda-beda, latar belakang sosial, latar belakang ekonomi yang berbeda," kata dia.

Konflik antar-santri ini, menurut As'ad suatu hal yang lumrah terjadi. Ia memaklumi jika pengawasan terhadap santri sulit dilakukan, namun atas peristiwa ini pihaknya mulai meragukan jika Ponpes Al Berr tidak bisa menciptakan produk santri yang memiliki karakter budi luhur.

Baca Juga: Perkuat Fasilitas Publik, BRI Jemursari Revitalisasi Area Masjid Al Ikhlas Kemen

"Masing-masing lembaga harus mampu menciptakan satu prilaku atau karakter (terhadap santri) bagaimana menjauhkan aspek-aspek kekerasan," tandasnya.

"Bukan kok memaklumi, tetapi semua pihak harus sama-sama bisa menjaga para santri ini jangan sampai ada tindakan-tindakan yang kemudian mengarah ketidakbaikan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.