Jumat, 19 Jun 2026 09:51 WIB

Dua Wanita Bawa Anak Kecil Diduga Acak-acak Rumah Warga Kota Mojokerto

Pasangan pria wanita membawa anak kecil yang diduga mengacak-acak rumah Sunarti di Kota Mojokerto (Foto: Tangkapan layar CCTV)
Pasangan pria wanita membawa anak kecil yang diduga mengacak-acak rumah Sunarti di Kota Mojokerto (Foto: Tangkapan layar CCTV)

jatimnow.com - Dua wanita yang membawa anak kecil terekam CCTV diduga mengacak-acak kamar dalam rumah milik Sunarti (65), warga Gedongan Gang III, Kota Mojokerto.

Sunarti mengaku, dua wanita itu awalnya menumpang ke kamar kecil di rumahnya. Dan setelah mereka meninggalkan rumahnya, dia mendapati kamarnya dalam kondisi berantakan, meski tidak ada barang berharga yang diambil.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

"Tidak ada yang diambil, hanya saja seisi lemari dan kamar-kamar diobrak-abrik," ungkap Sunarti di rumahnya, Senin (26/12/2022).

Menurut Sunarti, keduanya mengendarai motor NMax warna hitam tanpa nopol. Awalnya mereka memesan makanan di warungnya, sekitar pukul 15.30 WIB, Minggu (25/12/2022).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

"Orangnya bilang mau bungkus lima nasi pecel, ya saya buatkan. Cucunya (bocah) itu minta kencing. Terus saya bilang itu masuk ke dalam rumah. Cucunya ini masuk bersama yang wanita yang muda," ungkap dia.

Sunarti menambahkan, karena tidak menemukan barang berharga di dalam rumahnya, mereka meninggalkan pesanan makanan dengan alasan akan mengambil uang terlebih dahulu di ATM.

Baca Juga: Warga Kota Mojokerto Ayo Buruan Daftar Beasiswa Kuliah Gratis!

"Acak-acakan tidak karuan. Tapi karena tidak ada uang atau apa-apanya, jadi paling langsung ditinggal itu. Yang anak kecil seumuran kelas 3 SD. Yang wanita muda sekitar 30 tahun. Terus yang di luar menunggui saya itu sudah tua seumuran saya," pungkasnya.

Aksi pasangan ini terekam CCTV milik kelurahan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.