Minggu, 21 Jun 2026 02:20 WIB

Pengamat Politik Anggap Penyaluran Dana Hibah Tumpang Tindih

Ruang kerja Wakil Ketua DPRD Jawa Timur yang dipasang garis polisi setelah digeledah KPK. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ruang kerja Wakil Ketua DPRD Jawa Timur yang dipasang garis polisi setelah digeledah KPK. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Mubarak Muharam turut menyikapi kasus penyelewengan dana hibah di Jatim yang menyeret politisi Partai Golkar Sahat Tua Simanjuntak.

Mubarak menyebut, sistem penyaluran dana hibah saat ini memang rawan dimanipulasi. Pasalnya, dalam kasus-kasus yang terjadi di Madura, seluruh dana hibah yang tersalur ke daerah tak memiliki rekomendasi ataupun koordinasi dengan pemerintah daerah.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Mestinya itu (dana hibah) didistribusikan pemerintah melalui dinas terkait. Misalnya masalah kesehatan, itu kan bisa dikelola Dinas Kesehatan (setempat) yang menentukan," kata Mubarok, Minggu (25/12/2022).

Dari pengamatannya, kasus yang mencuat dari OTT KPK terhadap Sahat Simanjuntak bukan baru-baru ini terjadi. Kerja sama antara legislatif dengan kelompok-kelompok masyarakat memang terbentuk untuk menjadi sasaran penerima dana hibah.

Agar kasus tersebut tidak terulang, Mubarok menyarankan agar ke depan penyaluran dana hibah bisa melalui eksekutif, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi secara langsung. Harapannya agar titik-titik bantuan bisa tepat sasaran dan tak berbenturan dengan rencana kerja pemerintah setempat.

"Dengan begitu, ada check and balancing secara formal. Paling tidak ada koordinasi. Mestinya aturannya seperti itu,” katanya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Ia menyarankan, agar penyaluran dana hibah ini diberikan regulasi yang tepat agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan dengan kelompok tertentu di kemudian hari.

"Selain rawan tidak tepat sasaran dan tumpang tindih penerima, juga rawan diselewengkan untuk kepentingan pribadi," ucap Mubarok.

Sebelum, menyikapi kasus yang sama, Bupati Sumenep Ahmad Fauzi juga menyatakan jika progres dana hibah yang masuk ke Sumenep tak memiliki dampak sosial. Sumenep tetap menjadi daerah yang memimpin angka kemiskinan.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin dan 9 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK

"Yang ingin kita tekankan sebenarnya adanya koordinasi dengan pemerintah daerah. Setidaknya, pemberitahuan atas usulan dari DPRD provinsi atas kelompok masayarakat . Sehingga, pemerintah daerah tahu lokasi-lokasinya di mana saja. Itu yang paling penting, agar tidak ada benturan dengan program pemerintah daerah," tutur Fauzi.

Pemkab Sumenep menegaskan tidak pernah diajak koordinasi penyaluran dana hibah. Selama ini dana tersebut dialirkan dari DPRD Jatim ke desa-desa ataupun kelompok tertentu.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.