Minggu, 14 Jun 2026 17:32 WIB

Belasan Ribu Warga di Tulungagung Dinyatakan Suspek TBC

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Didik Eka (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Didik Eka (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menemukan belasan ribu kasus suspek Tuberkolosis (TBC) sepanjang Tahun 2022.

Berdasarkan hasil penelusuran, sebanyak 12.384 warga dinyatakan sebagai suspek TBC. Dari jumlah ini terdapat 1.322 yang terkonfirmasi positif TBC. Para pasien kini sudah ditangani dan diobati. Angka kesembuhan penyakit TBC di Tulungagung sendiri mencapain 90 persen.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka mengatakan, untuk tahun ini mereka mendapatkan target temuan suspec TBC sebanyak 13.249 orang.

Dari jumlah itu sudah terpenuhi sekitar 93 persen. Capaian ini tak lepas dari beberapa indikator utama dalam pelayanan TBC. Salah satunya indikator Standart Pelayanan Minimal (SPM) Tulungagung.

"Hasilnya kita menemukan jumlah suspek TBC 12.384 atau sekitar 93 persen dari target," ujar Didik, Jumat (23/12/2022).

Selama ini, pemberantasan TBC sering kali menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya tingkat ketelatenan pasien dalam menjalani proses pengobatan. Hal ini dikarenakan proses pengobatan dan terapi pasien TBC membutuhkan waktu lama dan harus minum obat teratur tanpa putus.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Program pengobatan ini minimal berlangsung selama 6 bulan. Dalam kurun waktu tersebut mereka harus mengonsumsi obat tanpa putus.

"Biasanya tiga bulan pertama itu pasien sudah mulai membaik, batuknya berkurang, berat badannya meningkat, nafsu makan juga membaik, sesak nafas hilang. Dianggap itu sudah sembuh, padahal bakterinya baru klenger saja. Akhirnya pasien berhenti minum obat," papar dia.

Sementara Ketua Yayasan Bhayu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Tulungagung, Cut Mala Hayati Anshari menerangkan, pihaknya kini telah melakukan pelatihan kader untuk membantu penanganan penyakit TBC.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Mereka akan disiapkan di 32 puskesmas. Para kader ini akan melakukan penelusuran untuk menemukan pasien TBC. Selain itu mereka juga melakukan pendampingan berobat kepada pasien hingga dinyatakan sembuh.

"Sesuai terget pemerintah Tahun 2030 Tulungagung bebas TBC," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.