Selasa, 16 Jun 2026 01:21 WIB

Candi Sumur Gantung Mojokerto Konon Dibangun untuk Persembahan Bukti Cinta

Candi Sumur Gantung. (Foto: Nor for jatimnow.com)
Candi Sumur Gantung. (Foto: Nor for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kisah berdirinya Candi Sumur Gantung yang konon menjadi persembahan bukti cinta dari seorang pejabat kerajaan Majapahit kepada seorang putri kerajaan lain.

Situs yang terdiri dari tumpukan batu bata merah yang sudah berlumut seperti bukit itu berada di Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Misteri itu adanya candi itu karena sumur dibuat lebih tinggi dari sumber air. Separuh sisi depan memang sudah berantakan. Ada yang utuh namun lebih banyak yang patah.

Bagian belakang candi seluas 17×14 meter dengan tinggi sekitar 3 meter masih terlihat struktur tatanan batu bata merah, pada tengahnya terlihat lubang. Sisi sebelah timur terdapat masjid sedangkan sebelah utara ada pohon bambu.

Juru Pelihara Candi Sumur Gantung, Sukanan mengatakan, sebelum BPCB datang, warga telah menamakan area tersebut sebagai Candi Sumur Gantung.

Menurutnya, cerita dari para sesepuh desa, dulu, area candi dipenuhi dengan pohon-pohon berukuran besar. Pohon itu berdiri di antara tatanan batu bata. Namun pohon-pohon itu terakhir berdiri tahun 1980 hingga 1990.

"Sebelum BPCB tahu (menemukan situs), pohon itu sudah dipotong oleh bapak saya,” kata Sukanan, Kamis (22/12/2022).

Pria 53 tahun itu bercerita, jika kisah yang berkembang di masyarakat, Candi Sumur Gantung merupakan candi persembahan. Konon, ratusan tahun silam, di kawasan yang di antaranya menjadi Desa Berat Wetan itu pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Bulu Ketigo.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sang putri kerajaan yang hendak dipersunting oleh pejabat dari kerajaan Majapahit memberi syarat. Yakni minta dibangunkan sebuah candi dengan sumur di bagian tengah.

"Dan paling penting permukaan air yang di dalam candi itu lebih tinggi dari sungai," tukas Sukanan.

Sukanan melanjutkan, kisah itu berkembang secara turun temurun kalangan masyarakat sepuh. Ia menjelaskan, dari kecerdikan pejabat Majapahit, candi itu kemudian dikelilingi dengan pohon-pohon besar supaya bisa menarik sumber air ke dalam candi.

Beberapa upaya pembuktian dan penalaran kisah tersebut pernah dilakukan. Misalnya pengungkapan fakta sisi utara candi yang dulu memanjang aliran sungai besar. 

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Jaraknya sekitar 50 centimeter dari candi. Bekas sungai itu pernah dibuktikan dengan penggalian tanah yang menghasilkan pasir dan sempat ditambang warga.

Selain itu, penalaran terhadap hubungan pohon dan sungai juga diinterpretasikan sebagai cara untuk menarik sumber air. Sumur terisi air dari resapan di akar-akar pohon. 

”Itu kiasan bahasa yang saya kelola supaya bisa diterima kalangan pelajar," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.