Senin, 15 Jun 2026 20:20 WIB

Melihat dari Dekat Sadisnya Pembunuhan Kader IPNU di Mojokerto

Pelaku Dayat saat memperagakan pembunuhan terhadap kader IPNU (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Pelaku Dayat saat memperagakan pembunuhan terhadap kader IPNU (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tiga pelaku pembunuhan terhadap Ahmad Hasan Muntolip (26), kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Mojosari, menjalani 45 adegan dalam rekonstruksi yang digelar Satreskrim Polres Mojokerto.

"Total tadi ada kurang lebih 45 adegan. Tadi dibagi beberapa bagian. Ada bagian persiapan pembuatan alat, kemudian pada saat melakukan (pembunuhan), buang alat dan membuang korban," terang Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Prienggondhani, Selasa (20/12/2022).

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Gondam menambahkan, rekonstruksi ini tidak digelar di lokasi pembunuhan dan tempat pembuangan mayat, tetapi di Mapolres Mojokerto.

"Pertama karena TKP berada di dekat jalan umum. Kami tidak ingin mengganggu fasilitas umum dan tidak mengundang masyarakat juga," bebernya.

Dari rekonstruksi pembunuhan karyawan toko gorden ini, diketahui yang berperan sebagai eksekutor adalah tersangka Muhammad Nur Hidayatulloh alias Dayat. Dia tampak menghujamkan benda tajam yang telah dibuat ke bagian kepala korban dengan sadis.

Pada adegan ke 31 sampai 34, Dayat lalu menikam bagian leher, kedua mata dan kepala belakang korban beberapa kali.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Yang bersangkutan juga tidak bisa menghitung karena berulang kali (menikam korban) mengarahnya ke bagian muka, kalau ke bagian mata, bagian muka," ungkap Gondam.

Mantan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya ini menyebut, korban dibuang di Sendi, Pacet oleh para pelaku karena ingin menghilangkan jejak.

"Menurut pengakuan tersangka untuk menghilangkan jejak. Dari sedikit tadi reka ulang dan menyiapkan alat kita bisa pasang Pasal 340 (pembunuhan berencana)," bebernya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurut Gondam, tujuan diadakannya rekonstruksi ini untuk mengetahui dan memastikan peran masing-masing tersangka.

"Memastikan peran masing-masing tersangka. Kemudian kami juga mengundang pihak kejaksaan untuk sedikit mengetahui terkait perkembangan kasus. Dan yang paling terpenting membuat terang suatu tindak pidana," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.