Selasa, 16 Jun 2026 16:07 WIB

Banyuwangi Sukses Gelar Festival Angklung Paglak

  • Penulis :
  • | Sabtu, 04 Agu 2018 21:48 WIB
Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com
Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com

jatimnow.com - Festival Angklung Paglak sukses digelar dalam rangkaian Banyuwangi Festival di hamparan hijau Bandara Banyuwangi, Sabtu (4/8/2018).

Alunan musik dari material bambu mengalun merdu dari 38 menara bambu yang dalam bahasa setempat disebut ”paglak”.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

”Angklung paglak adalah salah satu kesenian tertua di Banyuwangi. Ini kearifan lokal warga yang luar biasa. Kita ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan masa lalu, tapi masa depan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Paglak adalah menara bambu setinggi 6-7 meter dengan lebar masing-masing sisinya sekitar dua meter. Dari menara tersebut, musik angklung khas Banyuwangi dimainkan oleh 2-4 pemusik.

Kesenian ini muncul sejak 1880 silam dengan dimainkan di tengah sawah saat musim panen. Masyarakat Suku Using yang kerap disebut sebagai warga asli Banyuwangi biasanya memang saling membantu saat musim panen tiba.

Saat ada warga yang sedang panen di sawahnya, warga lainnya guyup membantu. Nah, angklung paglak ini dimainkan sebagai undangan dari sang pemilik sawah kepada warga agar ikut membantu sekaligus menghibur para petani.

“Jadi festival ini bukan sekadar atraksi wisata, tapi ada filosofi yang ingin disampaikan khususnya ke anak-anak muda. Nilai-nilai gotong royong ala masyarakat saat musim panen ini penting diteladani,” kata Anas.

Dalam festival ini, para pemusik angklung berusaha menghasilkan alunan musiknya yang terbaik. Satu per satu grup peserta menunjukkan kemahirannya memainkan alat musik pukul dari bambu tersebut.

Semakin kencang pukulannya, maka menara bambu akan ikut bergoyang kian kencang. Inilah ciri khas kesenian ini.

Baca Juga: Bukan Pengosongan, Ketika Para Tokoh Berpikir Tentang Ibu Kota Provinsi Jatim

Seorang peserta, Sumantri (55), mengatakan, dirinya sejak kecil sudah lihai memainkan angklung.

“Senang sekarang ada festivalnya. Biasanya saya main di tengah sawah sendirian, sekarang bisa main ditonton banyak orang,” ungkapnya.

Anas menambahkan, festival ini adalah salah satu strategi memajukan kebudayaan daerah. Di sejumlah negara, beragam atraksi seni-budaya telah menjadi indikator kebahagiaan warga dan kemajuan daerah.

”Jadi kemajuan daerah tidak semata-mata diukur dari ekonomi saja, tapi juga proses memajukan seni-budaya. Di Jepang dan Korea, budaya menjadi sumber kemajuan negara. Maka, selama enam tahun terakhir kita konsisten menggelar festival untuk memajukan budaya Banyuwangi,” kata Anas.

Festival Angklung Paglak ini juga menambah cantik kawasan bandara hijau Banyuwangi. Suasana khas lokal semakin terasa di bandara yang mengadopsi arsitekur berbasis budaya Suku Using tersebut.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sejumlah wisatawan yang baru mendarat pun senang dengan festival tersebut. ”Surprise, kok ada suara angklung pas berjalan di terminal bandara. Ternyata ada Festival Angklung Paglak. Langsung saya bawa anak-anak untuk nonton, maklum mereka tidak pernah tahu seni seperti ini. Mereka sangat tertarik," ujar dr. Hendrawan, penumpang asal Surabaya.

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.