Kamis, 18 Jun 2026 16:28 WIB

Belum Setahun Dibangun, Proyek Saluran Irigasi di Jombang Rusak

Kondisi saluran irigasi pertanian di Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak yang kondisinya rusak.(foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kondisi saluran irigasi pertanian di Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak yang kondisinya rusak.(foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Proyek pembangunan saluran irigasi dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) milik BBWS Brantas di Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang rusak.

Padahal proyek ini baru dikerjakan bulan Agustus tahun ini. Namun sejumlah kerusakan mulai nampak pada bangunan yang menelan anggaran Rp195 juta tersebut. Diduga pengerjaan proyek asal-asalan.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Ahmad (40) warga setempat mengaku, proyek yang dibangun di Daerah Irigasi (DI) Gadingmangu itu rusak beberapa bulan lalu. Selain itu, banyak ditemukan keretakan di sejumlah titiknya.

"Jebolnya sudah beberapa bulan, tapi penyebabnya saya tidak tahu," katanya, Selasa (13/13/2022).

Terlihat dari papan nama yang terpajang di lokasi, proyek pembangunan saluran irigasi itu dari Kementerian PUPR melalui BBWS Brantas dan dikerjakan secara swakelola oleh Hippa Gadingmangu Tirto Lancar.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, Sulton, mengaku tak tahu menahu terkait proyek itu. Dari informasi yang diketahuinya, P3-TGAI selama ini digawangi langsung BBWS Brantas.

"Pekerjaannya dilakukan secara swakelola oleh HIPPA yang ditunjuk. Plottingnya langsung dari pusat melalui BBWS, kabupaten tidak dilibatkan," bebernya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Ia menyebut, dalam kegiatan itu, juga ada petugas pendamping yang jadi penghubung program antara pokmas atau HIPPA yang mendapat bantuan dengan BBWS Brantas yang jadi jasa pengguna anggarannya.

"Jadi ya kami tidak tahu bagaimana teknisnya, termasuk pengawasannya," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.