Senin, 15 Jun 2026 01:16 WIB

Perampok Satroni Rumdin Wali Kota Blitar, Korban Jalani Trauma Healing

Anggota Polres Blitar Kota masih memperketat penjagaan di rumdin Wali Kota Blitar. (foto: Braman Pamungkas/jatimnow.com)
Anggota Polres Blitar Kota masih memperketat penjagaan di rumdin Wali Kota Blitar. (foto: Braman Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Blitar, Santoso bersama istrinya kini tengah menjalani pemulihan trauma atau trauma healing di rumah dinasnya, Jalan Sudanco Supriyadi nomor 18. Pemulihan ini dilakukan setelah mengalami perampokan dan penyekapan, Senin (12/12/20222) dini hari.

"Sekarang sudah di rumah, tapi masih ini belum bisa dijenguk," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Erma Susanti saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin siang.

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara di Kota Blitar Ditangkap Warga

Politisi dapil Blitar-Tulungagung itu membeberkan kondisi Santoso maupun istri tak ada cedera fisik yang ditimbulkan dari penyekapan tersebut. Namun, secara psikologis masih ada trauma.

"Untuk saat ini masih syok. Aku nek iso (aku kalau bisa) jenguk, bakal aku jenguk. Saat ini belum bisa ditemui," imbuh Erma.

Di sisi lain, sejumlah aset yang meliputi uang tunai Rp400 juta dan perhiasan milik istri raib. Saat ini Polres Blitar Kota dibantu Polda Jatim masih melakukan penelusuran.

Sejauh ini, Erna belum bisa memberikan keterangan terkait perampokan dan penyekapan yang dialami Santoso. Ia enggan berspekulasi apakah ada lawan politik di balik insiden di tanggal cantik ini.

Baca Juga: Terdampak Gempa Pacitan, Bangunan di Kota Blitar Ini Ambruk

"Waduh saya nggak berani menduga-duga, karena ini sudah masuk ranah pidana. Ini ranahnya penyidik, ranahnya penegak hukum. Jadi kita serahkan ke penegak hukum untuk prosesnya," tandas Erma.

Hal yang sama disampaikan Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono. Ia menyebut kondisi Santoso secara fisik tidak mengalami luka, kendati mengalami penyekapan. Namun pihaknya memastikan Santoso dan istrinya tidak mengalami kekerasan fisik.

"Secara fisik beliau tidak apa-apa, tapi sedikit trauma atau shock. Pelaku sempat melakukan kekerasan verbal dan mengancam korban agar menuruti permintaannya," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Ia menyebut jika pelaku sengaja mematikan lampu agar tidak terlihat jelas oleh korban saat memasuki kamar korban.

"Pelaku saat beraksi memakai masker dan mematikan lampu saat masuk kamar beliau, sehingga tidak terlihat jelas," tuturnya.

Sebelumnya kawanan perampok menyatroni Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Mereka menyekap penjaga beserta Wali Kota Blitar dan istrinya. Perampok menodongkan senjata tajam kepada Wali Kota Blitar dan meminta untuk ditunjukkan lokasi penyimpanan barang.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.