Minggu, 21 Jun 2026 13:04 WIB

Rumah Pemotongan Unggas Ditutup, Pedagang Pasar Taman Sidoarjo Kelimpungan

Kondisi Pasar Sepanjang, Taman, Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kondisi Pasar Sepanjang, Taman, Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pedagang di Pasar Sepanjang, Taman, Sidoarjo mengeluhkan sepinya pembeli, menyusul penutupan rumah pemotongan unggas di pasar tersebut.

Mereka mengeluh soal nilai penjualan yang menurun seiring dengan para pelanggan yang mulai sepi akibat penutupan rumah pemotongan unggas itu.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Saroh (50), pedagang sayur mengaku, pelanggan yang biasa membeli dagangannya kini banyak yang beralih ke pasar lain.

"Kalau dulu kan enak mas, semisal pelanggan beli unggas di depan, lalu dibawa ke belakang untuk dipotong. Sembari nunggu dipotong mereka bisa sekalian beli sayur di sini. Tapi semenjak pemotongan unggas ditutup, diarahkan ke RPH Krian dan pasar unggas dipindah ke utara, pelanggan banyak yang nggak ke sini lagi," ujar Saroh, Minggu (11/12/2022).

Sementara Siti (46), penjual kelapa di area Pasar Sepanjang juga mengeluhkan hal yang sama.

"Nggak hanya sayur mas. Pedagang kelapa kayak saya juga kena imbasnya. Sekarang jadi sepi. Biasanya kan pelanggan cari langsung ke sini," papar Siti.

Purnomo, salah satu pembeli yang juga penjual aneka penyetan mengatakan jika keengganan pembeli datang ke pasar ini, karena dinilai tidak lagi one stop service.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Dulu one stop service mas. Jadi saya beli unggas, setelah itu saya motongkan ke sini sembari menunggu pemotongan selesai, saya beli sayur, tempe, lele dan lalapan dan kelapa untuk bumbunya. Istilahnya dulu itu sekali ke sini bisa langsung dapat semua," ungkapnya.

Menurut Purnomo, keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menutup rumah pemotongan unggas dan memindah pasar unggas itu kurang tepat.

Jika dikalkukasi, pengeluaran Purnomo lebih banyak bila memotong unggas, membeli unggas dan sayur di tempat berbeda.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Andaikata saya beli unggas di Pasar Taman. Saya motongkan ke Krian, setelah itu saya beli lagi sayurnya ke tempat lain. Nah dari situ biaya akomodasinya jadi membengkak mas," terangnya.

Para pedagang yang ada di sekitar Pasar Sepanjang berharap adanya solusi yang diberikan pemkab. Mereka hanya meminta rumah pemotongan unggas, dan pedagang unggas yang ada saat ini direlokasi tidak jauh dari pasar.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.