Senin, 15 Jun 2026 12:56 WIB

Kisah Eugene Dubois, Peneliti Homo Wajakensis

Kabid Litbang Bappeda, Ridwan (kiri) dan Kasubid Litbang Bappeda Andri Syambudi (kanan) saat serah terima replika Homo Wajakensis. (foto: Andri Syambudi for jatimnow.com)
Kabid Litbang Bappeda, Ridwan (kiri) dan Kasubid Litbang Bappeda Andri Syambudi (kanan) saat serah terima replika Homo Wajakensis. (foto: Andri Syambudi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Replika fosil tengkorak manusia purba Homo Wajakensis telah tiba di Tulungagung beberapa waktu lalu. Replika ini merupakan hibah dari Museum Naturalis Biodiversity Center, di Leiden, Belanda.

Fosil ini pertama kali ditemukan ahli pertambangan Belanda, B.D Van Rietschoten tahun 1888. Selanjutnya fosil ini diteliti Arkeolog Eugene Dubois. Tidak banyak yang tahu sosok peneliti ini. Sebetulnya Dubois merupakan seorang opsir KNIL, yang terobsesi dengan teori evolusi Charles Darwin.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Direktur Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung, Trijono mengatakan pria yang memiliki nama lengkap Marie Eugène François Thomas Dubois ini lahir di Eijsden, Belanda pada 28 Januari 1858.

Sejak kecil Dubois memiliki ketertarikan dengan sejarah alam. Pada masa mahasiswanya, Dubois memilih untuk mempelajari ilmu kedokteran dan lulus tahun 1884. Beberapa tahun kemudian Dubois diangkat menjadi dosen anatomi di Universitas Amsterdam.

"Sejak kecil memang tertarik dengan sejarah alam dan pernah menjadi dosen di sebuah Uiniversitas sebelum bergabung dengan KNIL," ujarnya, Minggu (11/12/2022).

Salah satu hal yang membawanya menuju ke titik penemuan fenomenal Homo Wajakensis ini berasal dari obsesi lamanya untuk bisa membuktikan teori evolusi Charles Darwin, Alfred Russel Wallace, dan Haeckel.

Hal inilah yang kemudian mengantarnya ke Hindia Belanda. Keputusan tersebut didasarkan pada keyakinannya mengenai kawasan Asia yang menjadi tempat yang tepat untuk mencari fosil-fosil manusia.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Dubois sangat terobsesi dengan teori evolusi Charles Darwin sehingga berusaha untuk membuktikannya," tuturnya.

Dubois lalu bergabung dengan tentara kerajaan KNIL sebagai dokter pada tahun 1887. Kemudian ia ditempatkan di Padang, Sumatera Barat. Ini merupakan tempat pertama ia bertugas di Hindia Belanda.

Ia memanfaatkan waktu senggangnya untuk mencari dan meneliti fosil yang memang menjadi tujuan awalnya datang ke Hindia Belanda.

Dalam usaha tersebut, ia dibebas tugaskan dari permasalahan medis dan dipindahkan ke dalam penyelidikan paleoantropologi di bawah wewenang Departemen Pendidikan Agama dan Keterampilan.

"Dubois kemudian melakukan ekspedisi awalnya dengan menggali goa-goa potensial yang ada di Sumatra Barat. Sayangnya ekspedisi itu tidak membuahkan hasil yang ia harapkan," ungkapnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sekitar tahun 1888, Dubois mendengar kabar dari Koninklijke Natuurkundige Vereniging in Nederlandsch-Indie (Perhimpunan Ilmu Alam Kerajaan Hindia Belanda) terkait penemuan fosil manusia di kawasan Wajak, Campurdarat, Tulungagung.

Dubois meminta agar membekukan kegiatan pertambangan sementara waktu. Ia kemudian menuju Tulungagung untuk melakukan penelitian. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa fosil tengkorak ini merupakan jenis Homo Sapiens.

"Selanjutnya diberi nama Homo Wajakensis seperti yang terkenal saat ini," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.