Senin, 15 Jun 2026 08:51 WIB

Angkat Keragaman Budaya, Banyuwangi Ethno Carnival Pukau Wisatawan

  • Penulis :
  • | Sabtu, 10 Des 2022 19:11 WIB
Akulturasi budaya dalam BEC 2022 diharapkan bisa menjadikan Banyuwangi kuat dalam perekonomian dan budaya. (foto-foto: Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)
Akulturasi budaya dalam BEC 2022 diharapkan bisa menjadikan Banyuwangi kuat dalam perekonomian dan budaya. (foto-foto: Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan pengunjung memadati jalur lintasan parade etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), pada Sabtu (10/12/2022) siang. Warga terlihat memenuhi rute-rute yang dilewati ratusan seniman muda Banyuwangi mulai dari depan Kantor Pos Banyuwangi, pasar hingga finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

Warga terlihat antusias menyaksikan beragam tampilan fashion artifisial yang mengangkat kekayaan budaya lintas suku dan etnis di Bumi Blambangan. Mulai dari Suku Osing, Madura, Jawa, Mandar, Bali, Arab hingga Tionghoa.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Tiap defile menyajikan tarian khas masing-masing budaya, dan beragam fashion-artifisial yang mencirikan keunikan budayanya. Defile Osing, misalnya, menonjolkan aksentuasi Barong, Seblang sampai Tari Gandrung.

Begitu pula dengan suku atau etnis lainnya. Tionghoa, umpamanya, lekat dengan dominasi warna merah dan aksentuasi naga, barongsai dan ikon-ikon lainnya.

“Kali ini, kami mengangkat tema The Diversity of Banyuwangi Culture. Kami ingin menyuguhkan kepada masyarakat luas, bahwa Banyuwangi ini terdiri atas beragam suku dan etnis yang berbaur menjadi satu,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat pembukaan.

Keragaman tersebut, menurut Ipuk, menjadi modal utama bagi kemajuan Banyuwangi. Kekayaan budaya menjadi sumber kreativitas dalam membangun daerah.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

“Kita ini punya banyak hal yang bisa kita kembangkan. Hanya saja, kita kerap tidak percaya diri. Untuk itu, dengan panggung BEC dan panggung-panggung yang lain, kita tunjukkan kepada dunia,” ajaknya.

Dengan kepercayaan diri tersebut, lanjut Ipuk, akan dapat menghasilkan kreasi yang luar biasa. Dengan kreasi tersebut, akan dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

“Dari ajang ini saja, ada perputaran uang yang besar yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari UMKM, pekerja seni sampai penyedia jasa penginapan dan transportasi. Ini akan menjadi berkah bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Ipuk.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ajang BEC yang memasuki tahun kesepuluh ini, digarap dengan konsep berbeda, dengan edisi sebelum-sebelumnya. Namun, tetap mengusung nilai-nilai lokalitas Banyuwangi sebagai landmarknya.

“Ajang ini akan terasa spesial. Ada ciri khasnya yang orang akan merasakan ini Banyuwangi. Tidak bakal sama dengan ajang serupa di daerah lain,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda.

Tak ayal, imbuh Bramuda, hal tersebut menjadi daya tarik yang tinggi. Banyak tamu dari luar daerah yang rela datang ke Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.