Selasa, 16 Jun 2026 20:05 WIB

Putri Anak Indonesia Kampanyekan Permainan Tradisional di Elyon Christian School

Karina kampanyekan dan mengajak teman-temannya untuk tidak meninggalkan permainan tradisional asli Indonesia. (Foto: Humas Elyon school for jatimnow.com)
Karina kampanyekan dan mengajak teman-temannya untuk tidak meninggalkan permainan tradisional asli Indonesia. (Foto: Humas Elyon school for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puteri Anak Indonesia Budaya 2022 asal Elyon Christian School, Karina Aliya Afandi kampanyekan dan mengajak teman-temannya untuk tidak meninggalkan permainan tradisional asli Indonesia. Gadis berusia 12 tahun itu juga akan melakukan aksi serupa ke beberapa sekolah di Indonesia lainnya.

Menurutnya di Indonesia ini tak hanya perbedaan bahasa, terkadang permainan-permainan tradisional tersebut memiliki perbedaan dari cara main dan aturan-aturan permainan.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

"Keragaman dan keunikan dari tiap permainan inilah yang membuat masa kecil masyarakat Indonesia menjadi berkesan," ujar Karina Aliya Afandi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (8/12/2022).

Indonesia dengan keberagaman budaya, adat, dan bahasa juga terlihat pada permainan tradisionalnya yang berbeda-beda di tiap daerahnya. Seperti congklak yang berasal dari daerah Jawa Barat, gobak sodor dari Jawa Timur, hingga enggo lari dari Maluku.

Karina Aliya Afandi atau yang lebih akrab disapa Karina ini justru lebih suka memainkan permainan tradisional, seperti dakon, bekel, slebur-slebur, dan holahop.

"Ketiga permainan yang sudah dikenalkan oleh mama sejak Karina kecil ini menjadi permainan tradisional kesukaan saya, terutama dakon. Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,” ujarnya.

Namun, semakin berkembangnya zaman dan teknologi, membuat beberapa permainan tradisional sudah tidak dimainkan lagi oleh para anak-anak di Indonesia.
Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai, seperti smartphone, playstation, atau berbagai macam konsol modern, membuat permainan tradisional lebih dimainkan oleh para anak 90an.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

“Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget," bebernya.

Kesukaannya terhadap permainan tradisional inilah yang menginspirasi Karina untuk mengkampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia

Permainan yang akan dikenalkan adalah enggrang dari batok kelapa, holahop, bekel, dakon, dan lompat tali.

Seluruh sarana permainan yang dia kenalkan itu juga akan dia berikan pula kepada pihak sekolah sebagai bagian dari kepeduliannya terhadap pelestarian permainan tradisional.

Baca Juga: Menjelajahi Bhutan, Destinasi Spiritual yang Menghidupkan Tradisi Kuno

Aksi Karina itu juga didukung penuh oleh orangnya, Sherly Setiono. Dia berharap dengan kegiatan Karina ini dapat menyadarkan anak-anak di jaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi.

“Keberadaan permainan modern di tengah masyarakat mampu mengubah permainan tradisional yang perlahan-lahan menjadi hilang dalam kehidupan masyarakat," ungkap Sherly.

"Selain itu, permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena permainan yang memerlukan kerjasama tim, dapat pula menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung," imbuhnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.