Kamis, 18 Jun 2026 07:21 WIB

Desa Tangguh Bencana di Lamongan Masih 15 Persen, Anggaran Jadi Kendala

Ilustrasi Destana, Bencana banjir di kawasan Kecamatan Kalitengah (Foto : Dok. Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ilustrasi Destana, Bencana banjir di kawasan Kecamatan Kalitengah (Foto : Dok. Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Desa Tangguh Bencana (Destana) di Lamongan baru 15 persen dari jumlah total 474 desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertugas untuk merealisasikan Destana ini.

Kepala BPBD Lamongan, Gunadi menyebut, jumlah desa yang berlabel Destana hanya 80 desa dari total 474 desa di Lamongan. Kata dia, salah satu penyebabnya adalah anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Tiap tahunnya BPBD Lamongan baru bisa menetapkan tiga desa saja karena terkendala anggaran. Harusnya kami bisa menetapkan 10 desa per tahun," jelas Gunadi, Kamis (8/12/2022).

Dia memaparkan, perbedaan antara Destana dan belum itu lebih pada sikap ketanggapan saat menghadapi bencana. Sehingga ratusan desa yang belum Destana, menurutnya bisa dikatakan belum tangguh.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Contohnya desa satu sudah paham risiko bencana dan satunya belum. Desa yang sudah Destana itu mereka bakal lebih tanggap bencana, dibanding desa yang belum, mereka bakal panik," ulas Gunadi.

Diketahui, pembentukan Destana dapat meminimalisir risiko bencana. Sebab desa tangguh telah memetakan potensi bencana yang ada di desanya masing-masing sesuai Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Potensi bencana di Lamongan itu ada enam, yaitu banjir Bengawan Jero, Solo, angin puting beliung, banjir rob. Kemudian banjir bandang meski cukup singkat, tetap perlu diminimalisir. Itu terjadi di Kecamatan Laren dan Solokuro. Untuk Gempa meski kecil kemungkinannya harus diwasapadai supaya tidak panik," tandas Gunadi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.