Minggu, 21 Jun 2026 19:09 WIB

Wakil LOC Persik Sebut Stadion Brawijaya Kota Kediri Terjelek di Liga 1

Wakil LOC Persik Kediri Tri Widodo mendampingi tim Kementerian PUPR di Stadion Brawijaya Kota Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Wakil LOC Persik Kediri Tri Widodo mendampingi tim Kementerian PUPR di Stadion Brawijaya Kota Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Local Organizing Committe (LOC) Persik Kediri, Tri Widodo, menyebut Stadion Brawijaya paling jelek di antara markas tim-tim Liga 1 2022/2023 di Indonesia.

Menurut Widodo, banyak aspek di luar lapangan yang sudah dalam kondisi tidak layak. Dia mencontohkan, ketidaklayakan Stadion Brawijaya ini di antaranya terlihat dari pagar besi yang sudah mulai reot dan tribun VIP.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

Tribun VIP di stadion milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri ini terlihat rendah, sehingga pandangan penonton ke lapangan sangat terbatas.

"Memang kalau kita merunut stadion-stadion di Liga 1, Brawijaya ini mungkin stadion yang paling terjelek. Tidak usah munafik memang seperti inilah kondisinya. Pagarnya sudah reot, ya to? Tribun VIP-nya itu nggak layak sebetulnya," tutur Widodo saat mendampingi tim verifikator dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Rabu (7/12/2022).

Kementerian PUPR melakukan verifikasi awal terkait keandalan markas Persik Kediri. Verifikasi dilakukan sesuai instruksi presiden, sekaligus rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan 135 jiwa.

Stadion Brawijaya menjadi satu di antara 21 stadion yang masuk dalam daftar audit di tahap awal. Di Jawa Timur, total ada 6 stadion masuk daftar tersebut.

Widodo pun meminta Kementerian PUPR menjadikan Stadion Brawijaya sebagai prioritas renovasi, mengingat kondisinya yang tidak layak.

"Tadi saya menyampaikan ke PUPR itu untuk diprioritaskan Brawijaya direnovasi, betul-betul direnovasi tidak hanya diverifikasi. Inginnya seperti itu karena ini sudah tidak layak untuk Liga 1," tambah dia.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Sementara pada verifikasi tahap awal ini, Kementerian PUPR melakukan evaluasi di sejumlah aspek. Mulai dari kondisi struktur bangunan, kondisi landscape lapangan hingga akses.

"Kami menyebutnya masih evaluasi awal. Kami melakukan evaluasi terkait keandalan stadion. Nah aspek yang dievaluasi itu mulai dari kondisi struktur bangunannya, kondisi arsitektur bangunannya hingga mechanical, electrical dan plumbing ya, termasuk kondisi landscape-nya," terang Satker Pelaksanaan Permukiman Wilayah 2 Jatim BPPW Jatim Kementerian PUPR, Any Firgyani.

Hanya saja, pihaknya masih cukup kesulitan karena belum lengkapnya berkas pendukung, terutama terkait gambar perencanaan pembangunan stadion.

"Berkas belum lengkap semua, khususnya terkait kelengkapan gambar, gambar perencanaan atau DED kami menyebutnya, rata-rata semua stadion di Jawa Timur agak lemah terkait arsip kaitannya dengan gambar. Jadi sampai dengan saat ini kami hanya dapat gambar struktur bangunannya saja," beber Any.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Ditanya terkait kondisi stadion dari pandangan awal PUPR, tim belum berani komentar banyak. Hanya saja Any menyebut Stadion Brawijaya memang relatif sederhana dibanding 5 stadion lain di Jawa Timur yang juga masuk dalam daftar.

"Saya tidak berani komentar banyak, karena baru pertama kita evaluasi di sini. Tapi jika dibanding dengan stadion yang kita kunjungi kemarin, sebenarnya ini termasuk yang relatif sangat sederhana. Terutama mungkin dari luasannya. Tapi kalau dari kapasitas belum berani komentar banyak," tambahnya.

Tahapan selanjutnya, tim akan menyusun laporan evaluasi dan disampaikan ke Kementerian PUPR untuk ditindaklanjuti.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.