Senin, 22 Jun 2026 12:09 WIB

Pilu Keluarga Bayi Hidrosefalus di Lamongan: Tekanan Mental, Kesulitan Ekonomi

Diandra Putra Nur Ardianzah, bayi pengidap hidrosefalus asal Brondong, Lamongan saat mendapat penanganan medis (Foto: Desi for jatimnow.com)
Diandra Putra Nur Ardianzah, bayi pengidap hidrosefalus asal Brondong, Lamongan saat mendapat penanganan medis (Foto: Desi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Orangtua Diandra Putra Nur Ardianzah, bayi asal Lamongan pengidap hidrosefalus mengungkap beberapa kondisi yang dialami, usai penyakit langkah bersarang dalam tubuh anaknya.

Saat awal kemunculan gejala, orangtua bayi, Desi mengaku tidak menyadari jika penyakit yang diderita anaknya adalah hidrosefalus yang berakibat pada membesarnya ukuran kepala.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Tabrakan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Lamongan

Meski firasatnya membenarkan gejala penyakit langkah, tapi Desi hanya membawa anaknya ke puskesmas, bukan rumah sakit.

"Alasannya yang pertama mental sempet nggak percaya kalau anak kami mengidap penyakit langka. Selain itu juga faktor lainya biaya, kami tidak punya cukup uang," ucap Desi, Rabu (7/12/2022).

Menurut Desi, kabar penyakit yang diderita anaknya membuatnya dan sang suami, Ardi dalam kondisi sangat terpuruk. Bahkan, meskipun muncul gejala pada usia anak 2 bulan, Desi baru membawa anaknya ke rumah sakit baru pada usia 5 bulan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Waktu itu kami sangat terpukul, belum lagi ada kakaknya yang baru berusia 2,5 tahun. Suami kernet sopir di pabrik ikan dan ketika berobat dia harus mengantar, lalu siapa yang cari uang," ujarnya.

Akhirnya, Ardi memutuskan keluar dari tempatnya bekerja untuk menemani sang istri dan putranya yang sedang terbaring lemas.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Dua bulan ini resign dari pekerjaannya, karena harus fokus ke anak. Saat ini bergantung pada sisa tabungan dan uluran tangan orang-orang dermawan," ucapnya.

Diandra yang masih berusia 7 bulan itu sebelumnya sehari-hari tinggal bersama orangtuanya di Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Dan kini dia dirawat intensif di RSU dr Soetomo, Surabaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.