Jumat, 12 Jun 2026 18:22 WIB

Untag Surabaya Resmikan Wisata Kampoeng Kelengkeng di Sidoarjo

Wisata Kampoeng Kelengkeng. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)
Wisata Kampoeng Kelengkeng. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meresmikan Wisata Kampoeng Kelengkeng di Desa Simoketawang, Wonoayu Sidoarjo.

Pengembangan desa wisata ini merupakan realisasi program hibah pendanaan Matching Fund Kemendikbud Ristek sebesar Rp800 juta. Dikemas dengan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dari lima fakultas.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho menjabarkan tahun ini pihaknya mendapat pendanaan program Matching Fund Kemdikbud Ristek sebesar Rp16 miliar. Salah satu pendanaan ini untuk pembangunan desa wisata di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Blitar, Jombang dan Sidoarjo.

"Yang kita kerjakan dari pendanaan ini membangun desa. Program ini digagas Prodi Arsitektur dan bekerja sama dengan lima fakultas lainnya di Untag Surabaya. Melibatkan setidaknya 141 mahasiswa dan 35 dosen dari berbagai disiplin keilmuan. Seperti ekonomi dan teknik," ujar Prof Mulyanto Nugroho, Selasa (6/12/2022).

Diakui Prof Nug, sudah tiga tahun ini pihaknya mendapat dana hibah Program Matching Fund. Sehingga ditargetkan desa wisata yang dibina dan dibangun oleh kampus merah putih tersebut dapat dikenal masyarakat luas.

"Tidak hanya membuat saja, tapi juga membimbing. Sehingga desa wisata yang kita bangun terus hidup dan jadi ikon desa sekitar," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim program Matching Fund sekaligus dosen Prodi Arsitektur Untag, Febby Rahmatullah Masruchin menambahkan dalam merealisasikan progran ini pihaknya berkolaborasi dengan 13 Prodi yang terdiri dari 31 kegiatan.

Meski sudah diresmikan, namun wisata Kampoeng Kelengkeng dikatakan Febby memunculkan tiga persoalan terkait infrastruktur produk dan sumber daya manusia (SDM).

Dari aspek infrastruktur pihaknya merencanakan desain masterplan desa, tidak melibatkan Tanah Kas Desa (TKD), tetapi seluruh desa di Simoketawang ketika menjadi desa wisata akan terintegrasi dengan TKD-nya.

"Infrastruktur jalan dan sungai di depan yang cukup sempit perlu penanganan desain dan penataan jalan. Kita akan buat masterplan untuk itu," terangnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Tak meninggalkan trend kekinian di perkebunan desa tersebut juga dibangunkan area selfie dengan berbasis kandang burung yang luas (Aviari) dan taman kelinci.

Pembangunan tak berhenti di sini saja pihaknya juga masih akan melanjutkannya beberapa program pada tahun 2023. Seperti perencanaan pendampingan tentang kolam. Desain ikon kelengkeng yang terintegrasi dengan program dari Jatim, yaitu pendanaan Desa Berdaya.

"Jadi kami berkolaborasi membuat desain RAB yang diimplementasikan dengan desa berdaya. Kami juga membantu mendesain dan menata rumah produksi olahan kelengkeng, di selatan balai desa," imbuhnya.

Program lainnya yakni, pembuatan program budidaya penunjang wisata. Diantaranya, pembibitan kelengkeng. Sehingga, saat wisatawan datang bisa diberikan oleh-oleh bibit asli dari Simoketawang.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Program selanjutnya, yakni pembuatan percontohan terintegrasi antara peternakan dengan pertanian karena cost terbesar dari pertanian atau kebun pariwisata terkait operasional atau pemeliharaan, salah satunya pupuk.

"Kami buat percontohan budidaya kambing difungsikan memakan rumput liar di kebun. Kemudian kotorannya bisa menjadi pupuk di kebun kelengkeng," tambahnya.

Selain terdapat wisata alam, pihaknya juga tengah mempersiapkan program pengembangan produk olahan kelengkeng. Program tersebut diharapkan menjadi produk unggulan dari desa wisata di sana.

"Budidaya madu kelengkeng juga masuk dalam program yang digagas Untag Surabaya ini. Selain itu juga akan difokuskan pada pengembangan produk olahan kelengkeng, kopi, selai, dan sirup," tukasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.