Minggu, 21 Jun 2026 03:51 WIB

Museum di Belanda Kirim Replika Tengkorak Fosil Homo Wajakensis ke Tulungagung

Replika fosil Homo Wajakensis yang dikirim dari Belanda (Foto: Dok. Andri Syambudi)
Replika fosil Homo Wajakensis yang dikirim dari Belanda (Foto: Dok. Andri Syambudi)

jatimnow.com - Warga Tulungagung mendapatkan hibah replika tengkorak fosil Homo Wajakensis, dari Museum Naturalis Biodiversity Center, Leiden, Belanda.

Replika tersebut telah dikirimkan dan rencananya akan tiba dua hari lagi. Sebelumnya Museum Tulungagung telah memiliki replika tengkorak fosil tersebut. Namun replika itu dibuat di Indonesia.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasubid Litbang Bappeda Kabupaten Tulungagung, Andri Syambudi menyebut, replika itu didapat setelah secara pribadi dia mengirim email ke sejumlah museum di Belanda pada awal Agustus lalu.

Dalam email tersebut, Andri mengenalkan diri sebagai warga Tulungagung dan menanyakan apakah museum itu menyimpan fosil Homo Wajakensis.

"Ada lima musuem yang saya kirim email, dan ada dua yang membalas, salah satunya dari Museum Naturalist Biodiversity Center," ujar Andri, Selasa (6/12/2022).

Dalam email tersebut, salah satu kurator di Museum Naturalis Biodiversity Center menerangkan bahwa pihaknya menyimpan fosil yang dimaksud. Andri lalu berinisiatif bertanya terkait kemungkinan mendapatkan foto dari fosil itu.

Pihak museum menjawab akan membuatkan replika fosil dan dikirim ke Tulungagung. Pada akhir bulan November, Andri mendapatkan email yang menerangkan bahwa replika sudah jadi dan akan segera dikirim.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Saya juga mendapatkan nomor resi pengiriman dan saat di cek hari ini sudah sampai Surabaya," terangnya.

Replika fosil ini sangat membanggakan bagi warga Tulungagung, karena berasal langsung dari Leiden, Belanda. Rencananya replika itu akan diletakkan di lokasi temuan fosil manusia purba Homo Wajakensis, di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat. Tapi sementara waktu, akan disimpan di museum.

"Untuk lokasi akan kita siapkan, termasuk keamanan juga kita perhatikan," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Fosil manusia Homo Wajakensis ditemukan pertama kali oleh ahli pertambangan, B.D Van Rietschoten pada 24 Oktober 1888. Selanjutnya fosil itu diteliti oleh arkeolog Belanda, Eugene Dubois.

Dalam buku SCRIPTA GEOLOGICA: The evolutionary significance of the Wajak skulls yang ditulis Paul Storm, menerangkan bahwa Eugene Dubois memerlukan waktu seminggu untuk menyatukan fragmen tersebut menjadi tengkorak utuh. Dari hasil penelitiannya, fosil ini disebut menyerupai manusia modern saat ini.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.