Kamis, 18 Jun 2026 23:13 WIB

Lahan Produksi Pangan di Tulungagung Susut Ribuan Hektare

Produksi padi di Tulungagung perlu dilindungi guna menghindari penyustan produksi pangan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Produksi padi di Tulungagung perlu dilindungi guna menghindari penyustan produksi pangan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam dua tahun terakhir ini luasan lahan produksi pangan di Kabupaten Tulungagung menurun ribuan hektar. Salah satu penyebabnya adalah pembangunan di kawasan lahan pangan produktif.

Meskipun mengalami penurunan, namun Dinas Pertanian setempat menjamin ketersediaan beras untuk kebutuhan warga masih tercukupi. Bahkan cadangan pangan juga masih aman.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Usmalik mengatakan, berdasarkan hasil inventaris yang dilakukan dua tahun lalu, total kawasan lahan produksi di Tulungagung masih mencapai 27.000 hektare. Sedangkan saat ini kawasan lahan pangan produktif di Tulungagung menyusut menjadi 25.000 hektare.

"Selama dua tahun total kawasan pangan produktif di Tulungagung berkurang sektitar 2.000 hektare," ujarnya, Senin (05/12/2022).

Menurutnya, lahan pangan produktif harus dilindungi untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat. Namun banyaknya pembangunan di kawasan tersebut tidak dapat dihindari. Penyebab berkurangnya lahan produktif ini disebabkan masifnya pembangunan tersebut.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Banyaknya pembangunan di kawasan lahan pangan produktif membuat jumlah lahan berkurang. Dan kami juga merasakan hal itu. Tapi kami akan berupaya mengamankan dan melindungi lahan pangan produktif di Tulungagung yang tersisa sampai saat ini," tuturnya.

Meskipun luasan lahan berkurang, Usmalik memastikan kebutuhan pangan masyarakat masih sangat cukup. Ia mencontohkan panen padi bisa dua kali dalam satu tahun.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara produksi padi dalam satu tahun atau dua kali panen mencapai 354 ribu ton. Dari catatan tersebut, Tulungagung dapat memproduksi beras sekitar 190.000 ton.

"Jadi masih aman untuk stok pangan. Karena jika stok beras mencapai 190.000 ton, sedangkan kebutuhan pangan di kisaran 90.000 ribu ton, maka masih ada sisa untuk cadangan beras. Kita masih surplus pangan," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.