Minggu, 14 Jun 2026 12:49 WIB

Atap Serambi Masjid di Tulungagung Terhempas Angin Kencang

Kondisi atap masjid yang terhempas angin kencang. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi atap masjid yang terhempas angin kencang. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan atap serambi Masjid Putra Buana, di Lingkungan 8 Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung terhempas.

Atap berbahan galvalum ini terlepas dari kontruksi dan terbang hingga sejauh 5 meter. Atap tersebut jatuh dan menutup akses jalan warga di depan masjid. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah seorang warga, Puji (40) mengatakan persitiwa ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tak berapa lama angin kencang bertipu dari arah timur dan mengenai serambi masjid. Akibatnya atap galvalum yang menutup tempat jamaah putri untuk beribadah ini terlepas dari kontruksi.

"Angin kencang terjadi cepat dan atap galvalum di serambi bagian jamaah putri terlepas," ujarnya, Minggu (4/12/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Angin kencang juga menyebabkan sebuah tiang listrik roboh dan membuat aliran listrik terputus. Warga melakukan gotong royong membersihkan material atap yang menutup akses jalan tersebut. Mereka memotong atap agar memudahkan dalam proses pembersihan. Selain itu petugas dari PLN juga memperbaiki aliran listrik yang sempat padam.

"Ini kita bersihkan dulu bagian atapnya kita letakkan di samping masjid," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Puji menduga bagian atap yang terbang ini dikarenakan tidak menempel sempurna di kontruksi bangunan. Atap tersebut hanya sekadar menumpang dan tidak dilengkapi dengan penguat sehingga mudah terhempas saat ada angin.

"Kebetulan pas tidak ada jemaah yang beribadah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.