Minggu, 21 Jun 2026 19:06 WIB

Akses Keluar Masuk Kota Batu Tertutup Longsor, Perbaikan Ditargetkan Akhir Tahun

Jalur keluar masuk Kota Batu dari sisi Utara melalui Jurang Susuh, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji ditutup karena longsor. (Foto: FB BPBD Kota Batu)
Jalur keluar masuk Kota Batu dari sisi Utara melalui Jurang Susuh, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji ditutup karena longsor. (Foto: FB BPBD Kota Batu)

jatimnow.com - Jalur keluar masuk Kota Batu dari sisi utara tepatnya di Jurang Susuh, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji mengalami longsor pada Sabtu (26/11/2022) lalu.

Separuh badan jalan hilang, hingga tak bisa dilalui oleh roda empat.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Hal itu dipicu karena intensitas hujan tinggi sehingga meningkatkan kejenuhan tanah dan mengakibatkan ambrolnya plengsengan penahan jalan. 

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan karena membahayakan petugas memasang batas jarak pengamen agar pengendara tak terperosok. 

"Perbaikan jalan akan dilakukan sesegera mungkin. Anggaran diperkirakan akan menggunakan belanja tidak terduga (BTT). Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan DPUPR Kota Batu terkait kebutuhan biaya perbaikan infrastruktur jalan itu," ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat menegaskan, pihaknya tengah memantapkan kajian detail teknis. 

"Sebab metode perbaikan infrastruktur jalan di lokasi itu ada beberapa opsi. Antara lain perbaikan secara manual, beton hingga grouting," katanya.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Perbaikan Infrastruktur Triwulan Kedua di Tulungagung Terancam

Namun paling penting jalur akses masuk ke Kota Batu itu butuh penanangan cepat agar kembali optimal sebelum akhir tahun. Mengingat, ketika penghujung tahun arus kendaraan mengalami peningkatan. Sekarang pihaknya tengah memantapkan kajian teknisnya kurang lebih 1-2 hari selesai.

"Tujuannya untuk menentukan metode perbaikannya sekaligus kebutuhan anggaran. Kalau perbaikan manual waktunya mencukupi, kami pakai itu, biayanya juga murah. Dibanding teknologi tinggi, tapi waktunya lama dan biayanya mahal," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.