Minggu, 21 Jun 2026 13:30 WIB

Tiga Pelaku Tega Bunuh Kader IPNU di Mojokerto Gegara Utang Rp7 Juta

Ketiga pelaku pembunuh kader IPNU Mojokerto. (Foto: Hasan Assegaf for jatimnow.com)
Ketiga pelaku pembunuh kader IPNU Mojokerto. (Foto: Hasan Assegaf for jatimnow.com)

jatimnow.com - Motif pembunuhan kepada Ahmad Hasan Muntolip (26) karyawan toko gorden dan kader IPNU Mojosari hanya gegara utang kepada dua pelaku.

Hal itu terkuak saat konferensi pers di Polres Mojokerto. Tiga pelaku diamankan aparat gabungan dari Satreskrim Polres Mojokerto, Polsek Pacet dan Polsek Mojosari.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Dari tiga pelaku tersebut, satu orang merupakan perempuan Anis Anjar Wati dan dua lainnya laki-laki. Dua pelaku diketahui merupakan kakak adik yakni Udin dan Dayat. Ketiganya warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Motif ketiga pelaku tega menghabisi nyawa kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Mojokerto ini hanya karena utang senilai Rp7 juta.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, para pelaku pembunuhan karyawan toko Bintang Jaya Gorden ada tiga orang.

"Pelaku ada tiga orang. Pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh utang piutang. Akumulasi uang Rp4,5 juta milik Dayat dan milik Udin Rp2,5 juta yang pernah dipinjam korban kurang lebih 6 bulan lalu belum dikembalikan," kata Apip, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Apip menambahkan, saat ditagih oleh pelaku, korban hanya mengelak, sehingga para pelaku merasa kesal dan merencanakan pembunuhan.

"Handphone pelaku diblokir oleh korban. Sehingga pelaku merasa kesal dan melakukan pembunuhan. Puncaknya saat bertemu dengan korban, terjadi keributan dan menusukkan besi betoneser sampai beberapa tusukan sehingga korban meninggal dunia," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.