Sabtu, 20 Jun 2026 14:10 WIB

Jamin Ketersediaan, Pupuk Indonesia Buka Kios Pupuk Non-Subsidi di Nganjuk

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 27 Nov 2022 17:27 WIB
Pembukaan kios pupuk non subsidi di Nganjuk oleh Pupuk Indonesia (Foto: Humas Pupuk Indonesia/jatimnow.com)
Pembukaan kios pupuk non subsidi di Nganjuk oleh Pupuk Indonesia (Foto: Humas Pupuk Indonesia/jatimnow.com)

jatimnow.com - Untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali membuka kios pupuk komersial atau non-subsidi di Kabupaten Nganjuk.

Senior Project Manager (SPM) Kios Komersial Pupuk Indonesia, Rika Susanty mengatakan, pembukaan kios ini sekaligus memperluas jaringan di kawasan sentra-sentra pertanian di berbagai daerah, termasuk Nganjuk.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

"Ini semua adalah bentuk kehadiran dan kepedulian Pupuk Indonesia untuk selalu mendekatkan diri dengan masyarakat petani, sebagai implementasi dari BUMN Hadir Untuk Negeri. Kehadiran Toko Pe-i di tengah masyarakat akan membuat Pupuk Indonesia semakin dekat dan masyarakat semakin yakin sesuai dengan tagline; Toko Pe-i Semakin Dekat Semakin Yakin," ujar Rika usai meresmikan Toko Pe-i di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Minggu (27/11/2022).

Selain peresmian Toko Pe-i, Pupuk Indonesia juga menggelar gebyar hadiah bagi petani setempat.

Pupuk Indonesia juga menargetkan pengembangan 1.000 Toko Pe-i dalam waktu satu tahun kedepan. Oleh karena itu, pihaknya membuka peluang kerjasama kepada berbagai pihak yang berminat, baik perorangan maupun badan usaha yang memiliki kelengkapan izin usaha penjualan retail.

Adapun skema usaha berupa kemitraan Dealer Owned Dealer Operated (DODO), dimana mitra memiliki dan menjalankan operasi Toko Pe-i secara mandiri. Kelebihan menjadi mitra adalah dapat memberikan jaminan yang menjadi keuntungan atau nilai tambah untuk para mitra.

Jaminan yang dimaksud seperti keaslian produk pupuk, jaminan kualitas produk, jaminan ketersediaan pupuk, kegiatan promosi yang berdampak pada penjualan produk, hingga pemanfaatan teknologi melalui sistem dan aplikasi yang telah disediakan.

"Dengan format seperti ini, kami juga berharap dapat menarik minat generasi milenial untuk bisa mengembangkan usaha bidang pertaniannya dengan menjadi mitra Pupuk Indonesia," ungkap Rika.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu

Syarat untuk menjadi Mitra Toko Pe-i, tambah Rika adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki KTP dan NPWP, berbentuk badan usaha atau perorangan, memiliki nomor induk berusaha (NIB), bentuk bangunan dengan luas yang memadai, sampai pada permodalan atau finansial yang baik.

Sampai dengan saat ini Pupuk Indonesia sudah bekerja sama dengan 114 mitra Toko Pe-i yang tersebar Wilayah Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan terhitung sejak bulan Agustus 2022 dan masih terus bertambah menuju 1.000 Toko Pe-i sampai akhir tahun 2023.

Sementara SVP Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik, Eko Suroso menyebut, kehadiran Toko Pe-i sebagai outlet resmi Pupuk Indonesia di Nganjuk ini merupakan upaya mereka memanjakan petani.

Mereka ingin memastikan petani memperoleh jaminan orisinalitas pupuk, ketersediaan serta memberikan solusi pertanian.

Baca Juga: Agrosolution Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas 244 Ribu Hektar Lahan Tebu

Solusi pertanian ini berupa pemeriksaan sampel tanah dari lahan petani untuk diperiksa kadar unsur hara tanahnya sehingga dapat memberikan rekomendasi pupuk yang sesuai dengan kebutuhan pemupukannya.

"Ditambah lagi layanan edukasi dari agronomis yang membantu petani dalam meng aplikasian pupuk dan pestisida sesuai dengan kebutuhan dan waktu penggunaan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertaniannya dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani," terang Eko.

"Dengan semua keunggulan yang tersedia di Toko Pe-i, kami menghimbau agar masyarakat petani tidak menyia nyiakannya. Dapat edukasinya, dapat kualitas pupuknya, tepat pengaplikasiannya, meningkat hasil pertaniannya dan pada akhirnya meningkat kesejahteraan petaninya," sambung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Muslim Harsoyo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.