Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Viral Warga Bawa Keranda Jenazah Terjang Sungai, Ini Kata Lurah

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 27 Nov 2022 11:04 WIB
Sungai yang digunakan warga menyeberangkan jenazah menuju TPU Kadipaten, Ponorogo. (foto: Patria for jatimnow.com)
Sungai yang digunakan warga menyeberangkan jenazah menuju TPU Kadipaten, Ponorogo. (foto: Patria for jatimnow.com)

jatimnow.com - Masih ingat warga Ponorogo yang membawa keranda jenazah menerjang sungai. Aksi sosial itu kemudian direkam dan videonya viral di media sosial pada Sabtu (26/11/2022) kemarin.

Dalam video yang diunggah disebutkan lokasi berada di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan. Hal ini dibenarkan Lurah Kadipaten, Arifian Widarto.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Sudah jadi kebisaan warga yang ingin dimakamkan ke makam Gedong melintasi sungai Semblumbung,” kata Arifian Widarto, Minggu (27/11/2022).

Ia menambahkan jika sebenarnya ada tempat pemakaman umum (TPU) yang baru. Lokasi itu tidak mengharuskan warga menyeberang sungai untuk mengkases ke pemakaman umum anyar.

Hanya saja ada warga yang memilih dimakamkan di lokasi lama untuk disandingkan kakek buyut atau leluhur.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

”Nah lokasinya itu di makam Gedong. Tapi namanya prosesi pemakaman, tidak bisa dipaksakan. Kami sebagai pemerintah tidak bisa memaksa warga,” kata Arifian.

Menurutnya akses ke makam Gedong yang paling dekat adalah melintasi sungai. Sebab warga bisa langsung menuju pemakaman tidak perlu memutar.

Selain itu, warga setempat sudah membangun dua kali jembatan sesek. Hanya saja, jembatan yang dibangun secara swadaya itu hanyut diterjang banjir.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Menurutnya, pemerintah kelurahan bakal mengakukan permohonan pembangunan jembatan ke Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Setidaknya untuk memudahkan warga mengakses ke makam Gedong

"Setelah ini saya akan mengajukan ke pemkab untuk membangun jembatan, entah jembatan permanen atau jembatan gantung," tandas Arifian.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.