Senin, 15 Jun 2026 21:56 WIB

Pemkab Jombang Dirikan Dapur Umum di Wilayah Terdampak Banjir

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah meninjau banjir di Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito. (Foto: Humas Pemkab Jombang)
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah meninjau banjir di Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito. (Foto: Humas Pemkab Jombang)

jatimnow.com - Tingginya intensitas curah hujan di daerah Kandangan, Bareng, Wonosalam membuat debit air di sejumlah sungai yang melintas di beberapa kecamatan naik.

Akibatnya air sungai meluap mengairi sawah-sawah dan masuk ke area permukiman. Sehingga ratusan rumah yang ada di sejumlah desa terendam air.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Pemkab Jombang pun segera melakukan berbagai penanganan. Salah satunya mendirikan posko dan dapur umum.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah menjelaskan berdasarkan hasil peninjauan ke beberapa lokasi banjir, diketahui air yang merendam rumah warga itu berasal dari luapan air sungai.

Sumrambah mengaku, pada Kamis (24/11/2022) malam sejumlah daerah hulu sungai mengalami hujan yang intensitasnya cukup tinggi.

"Semalam itu curah hujan kita di atas 100 milimeter per detik ya, hampir seluruhnya mulai Bareng, Sumobito, Mojowarno, Mojoagung, Bareng Wonosalam, Peterongan, hampir semuanya di atas 100," ungkap Sumrambah, Jumat (25/11/2022).

Lebih lanjut ia menegaskan tingginya air hujan ini membuat sejumlah sungai meluap. Terutama dari wilayah sungai Rejoagung II.

"Ini yang tembus ke Peterongan sungai Rejoagung II, kalau Mojoagung ada di wilayah Tejo dan Kademangan. Dan saat ini kondisinya sudah surut semuanya," paparnya.

Ia mengaku air luapan sungai ini mengalir ke utara hingga memasuki wilayah Kecamatan Sumobito. Akibatnya sejumlah desa mengalami banjir. Dan saat ini yang masih ada genangan air cukup tinggi ada di Desa Madiopuro Sumobito.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

"Yang dari Peterongan menuju ke Sumobito. Mulai Nglele, Talunkidul, Trawasan, Madiopuro, kemudian Budugsidorejo sama Sebani. Dan hampir semuanya mengalami penyusutan airnya. Ada tadi yang paling parah di Dusun Grudo, Desa Madiopuro," katanya.

Akibat air luapan sungai tersebut, ratusan rumah warga Dusun Grudo terendam air. Ketinggian air saat ini masih berada di kisaran 20 centimeter dan ada di jalan-jalan.

"Ada sekitar 110 rumah yang masih terendam air. Masuk airnya ke dalam rumah tapi semua bisa teratasi," ucapnya.

Ia menegaskan untuk penanganan banjir ini, Pemkab Jombang sudah melakukan upaya yang maksimal. Dengan melakukan normalisasi di sungai Ngotok Ring Kanal yang ada di daerah Grudo.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

"Kalau yang di Sumobito sebenarnya kita sudah tidak mengalami banjir. Dan sungai Ngotok Ring Kanal sudah normalisasi, sebenarnya bencana alam kita tinggal satu sih, yang ada di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan yang masih belum bisa kita selesaikan," paparnya.

Ia mengaku untuk kebutuhan air bersih dan kebutuhan makanan, dari Pemkab Jombang akan didistribusikan setelah salat Jumat.

"Air bersih dan dapur umum kita buka di sana. Meskipun warga sebenarnya mengatakan tidak perlu ada dapur umum. Tapi kita sebagai pemerintah daerah tidak ingin warga kita ada yang kelaparan, ada yang tidak bisa masak, tetap dapur umum kita dirikan di sana, dan air bersih setelah salat Jumat kita suplai dan kesehatan akan jalan," bebernya.

Ia menjelaskan dari hasil peninjauan di lokasi banjir, tidak ada bangunan sekolah yang terendam air banjir. "Ya ada TK, SD di Madiopuro tapi gak sampai masuk ke bangunan sekolah," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.