Kamis, 18 Jun 2026 14:22 WIB

Ratusan Rumah di Mojoagung Jombang Terendam Banjir, Air Berangsur Surut

Proses evakuasi warga yang sakit di tengah kepungan banjir di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proses evakuasi warga yang sakit di tengah kepungan banjir di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain membuat jalur alternatif sempat terputus, banjir yang terjadi pada Kamis (24/11/2022) malam juga merendam tiga kecamatan di Kabupaten Jombang.

Areal persawahan hingga pemukiman dalam Kecamatan Peterongan, Mojoagung dan Jogoroto terendam banjir. Namun pada Jumat (25/11/2022) pagi, air banjir dilaporkan berangsur surut.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Banjir di beberapa wilayah saat ini sudah ada penurunan, tapi sangat lambat sekali," ungkap Adi Purwoko, anggota BPBD Kabupaten Jombang.

Adi menjelaskan bahwa dari tiga kecamatan yang terendam, daerah terparah adalah Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

"Semalam, ketinggian air mencapai 80 hingga 150 sentimeter. Dan rumah yang terendam di Kecamatan Mojoagung ada 468," terang dia.

Adi menegaskan bahwa banjir itu diakibatkan curah hujan tinggi di daerah hulu, yaitu Bareng, Kandangan dan Wonosalam.

"Dari curah hujan tinggi semua air terpusat di Dam Balongsono dan Yani. Banjir ini tidak diakibatkan luberan sungai secara langsung, tetapi luberan air sungai ke sawah dan terus mengalir ke pemukiman," paparnya.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Dia menyebut ada salah satu warga di Desa Kademangan yang dievakuasi ke puskesmas, lantaran sakit asam lambung.

"Kondisi air di rumah Bu Sumirah ini sudah masuk sampai setengah rumah terendam. Warga yang sakit ini kita evakuasi ke puskesmas," tambahnya.

Saat ditanya apakah warga lainnya sudah mengungsi, Adi mengaku warga Desa Kademangan ini warga yang tanggap bencana banjir. Karena memang banjir di desa itu terjadi setiap tahun.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Warga tidak ada yang mengungsi, karena warga membuat gantungan di rumah masing-masing untuk menaruh perabotan. Cuman itu tadi ada satu warga yang kebetulan sakit dan kita evakuasi ke puskesmas," pungkasnya.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.