Minggu, 21 Jun 2026 03:21 WIB

Rawan Dicuri, Pohon Sonokeling Senilai Rp5 Miliar di Tulungagung Mulai Didata

Pohon sonokeling di pinggir jalan Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pohon sonokeling di pinggir jalan Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung mendata keberadaan pohon sonokeling di wilayahnya.

Pendataan dilakukan lantaran pohon itu rawan dicuri, karena memiliki nilai jual yang fantastis. Tercatat, harga jual pohon sonokeling lebih mahal dibanding kayu jati.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Beberapa tahun lalu puluhan pohon sonokeling yang berada di tepi jalan nasional, dicuri sekelompok orang.

Sekretaris DLH Tulungagung, Makrus Manan mengatakan, beberapa tahun lalu, pohon sonokeling yang berada di tepi jalan Tulungagung rawan dicuri. Pihaknya memutuskan untuk mendata dan menentukan titik koordinat pohon tersebut untuk memudahkan pengawasan.

"Kami melakukan antisipasi dengan cara melakukan pendataan dan membuatkan titik koordinat keberadaan pohon sonokeling di Tulungagung," ujar Makrus, Kamis (24/11/2022).

Berdasarkan pendataan awal, terdapat 98 pohon sonokeling yang berada di tepi jalan kabupaten. Namun dari jumlah ini terdapat sekitar 6 pohon yang roboh karena sudah tua. Sebab pohon sonokeling ini rata-rata berusia 25 hingga 30 tahun.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sedangkan jika dinominalkan, 92 pohon sonokeling itu nilainya mencapai Rp5 miliar.

"Memang nilai pohon sonokeling ini sangat tinggi. Apalagi pohon ini masuk dalam ketegori sebagai kayu yang termasuk dalam Appendix II," papar Makrus.

Selain pohon sonokeling, ada beberapa pohon yang berada di pinggir jalan kabupaten yang juga memiliki nilai tinggi, seperti mahoni dan jati. Namun DLH belum melakukan pendataan, karena berkaitan dengan kepemilikan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Rata-rata untuk pohon mahoni dan jati itu berada di jalan desa. Dan dulunya pohon ini ditanam oleh pihak desa. Makanya kami masih melakukan pendataan pohon sonokeling saja," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.