Jumat, 19 Jun 2026 11:21 WIB

Sebelum Tewas Dianiaya Ibu, Bocah Korban Kekerasan di Surabaya Dipaksa Ngemis

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 24 Nov 2022 16:56 WIB
foto: ilustrasi jatimnow.com.
foto: ilustrasi jatimnow.com.

jatimnow.com - Aksi kekejaman yang dilakukan U, pelaku penganiayaan asal Bulak Banteng, Surabaya, kepada anak kandung di luar dugaan.

Selain melakukan kekerasan menggunakan sapu dan kentrung (gitar kecil), pelaku juga memaksa anaknya ngamen hingga ngemis. Benar-benar miris dilakukan orang tua kepada anak kandung!

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Menurut pengakuan yang bersangkutan, korban tidak hanya dianiaya. Tapi juga kerap disuruh ngamen dan ngemis. Adapun wilayahnya di Kenjeran sampai ke Wonokromo," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Ryzki Wicaksana, Kamis (24/11/2022).

Arief menjelaskan, sehari-hari korban yang masih enam tahun dan ibunya yang berusia 32 tahun itu tinggal di tempat kos, Jalan Bulak Banteng Surabaya. Selain bersama ibunya, korban juga tinggal dengan teman ibunya, yakni L (18).

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Ibu kandung korban ini sudah tidak punya suami. Suaminya sudah meninggal. Setelah ditinggal, pelaku memilih ngekos. Sekitar setahun, kemudian ibunya ini mengajak L tinggal bersamanya sampai sekarang. Apesnya pelaku tidak ingat berapa tahun di kamar kos itu," jelasnya.

Alumni Akpol 2013 ini menambahkan bahwa ibu kandung korban dengan suaminya itu nikah siri. Sebelum memutuskan untuk nekat menikah, ibu kandung korban tidak direstui orang tua ayah korban.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Bahkan, ibu kandung korban kerap diejek oleh orang tua suaminya. bahkan korban disebut-sebut sebagai anak haram. Selain itu, kata-kata miskin acap kali diterima pelaku.

"Jadi, selain kesal dengan korban. Motif dari kasus ini juga dilandasi faktor ekonomi, yang akhirnya dilampiaskan kepada korban," tandas Arief.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.