Sabtu, 20 Jun 2026 17:14 WIB

Mengenal Clairine, Penari asal Tulungagung yang Tampil di KTT G20 Bali

Clairine saat sedang pentas di KTT G20 Bali. (Foto-foto: Clairine for jatimnow.com)
Clairine saat sedang pentas di KTT G20 Bali. (Foto-foto: Clairine for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali memiliki kesan tersendiri bagi Clairine Faiza Saharani Putri Kusumawardhini (21).

Perempuan asal Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung ini menjadi salah satu penari yang mendapat kesempatan tampil dalam event internasional tersebut. Bersama ratusan penari lainnya, Clairine membawakan tarian Nusantara dengan mengambil tema Recover Together, Rocover Stronger.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mahasiswi Prodi Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta ini mengatakan, awalnya para penari ini dihubungi oleh pihak penyelenggara. Mereka diminta menari dalam acara gala dinner yang diikuti oleh kepala negara peserta KTT G 20. Para penari tersebut berasal dari beberapa daerah di Indonesia.

"Proses persiapannya sekitar 1 bulan, saya memperoleh dispensasi dari kampus karena harus meninggalkan kuliah selama 26 hari untuk persiapan di Bali," ujarnya, Senin (21/11/2022).

Terdapat 4 bagian dalam pertunjukkan tari tersebut. Clairine memperoleh kesempatan tampil 2 kali yakni pada bagian ke-2 dan 4. Kesempatan langka ini tidak disia-siakan olehnya. Clairine tampil dengan maksimal dan penuh percaya diri.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain KTT G 20, alumni SMAN 1 Kedungwaru ini juga pernah terlibat dalam pementasan internasional lain, yakni penutupan Asean Para Games 2022 di Solo.

"Suatu kesempatan bagi saya mendapatkan tugas sebesar ini," tuturnya.

Clairine sejak kecil telah menyukai seni tari. Sejak usia 5 tahun, Clairine telah belajar tari di sebuah sanggar. Kecintaannya terhadap dunia seni tari ini terus berlanjut hingga sekarang. Clairine tercatat sebagai mahasiswi semester 5 Prodi Tari, di Fakultas Seni Pertunjukkan ISI Surakarta.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Menurutnya seni tari ini harus terus dilestarikan karena kerupakan bagian dari budaya bangsa.

"Saya merasa seni tari merupakan budaya serta kesenian peninggalan nenek moyang yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, karena kalau bukan kita siapa lagi. Mengingat banyak anak muda penerus bangsa jaman sekarang memandang sebelah mata seni tari ataupun budaya yang dianggap tradisional," paparnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.