Senin, 08 Jun 2026 03:52 WIB

Asyiknya Main Sepak Bola Api di Malam Hari

  • Penulis :
  • | Kamis, 17 Nov 2022 17:53 WIB
Permainan sepak bola api kini makin populer dimainkan masyarakat modern.
Permainan sepak bola api kini makin populer dimainkan masyarakat modern.

jatimnow.com - Sepak bola merupakan olahraga paling banyak digemari di Indonesia. Parameter ini bisa dilihat dari animo pegiat maupun penonton dalam jumlah besar.

Bagaimana jika sepak bola menggunakan bola api? Amankah?

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Sepak bola api belum memiliki turnamen resmi, lantaran bersifat nonprestasi. Umumnya dilaksanakan di sejumlah kampung atau pondok pesantren.

Adapun bola yang digunakan bukan bola biasa, melainkan dari batok kelapa tua yang sudah dibuang kulit luarnya.

Kemudian, batok itu direndam di dalam minyak tanah beberapa hari dengan tujuan agar minyak dapat meresap. Barulah batok kelapa itu dibakar dan dijadikan bola.

Sebelum bermain, kedua tim yang bertanding memanjatkan doa terlebih dahulu agar diberi keselamatan. Bahkan ada yang melakukan ritual puasa sebelum pertandingan. Hal ini dilakukan agar mereka mendapatkan perlindungan dari Tuhan.

Para pemain mengoleskan minyak kelapa ke tangan dan kakinya sebelum memulai permainan. Tujuannya agar dapat mengurangi rasa panas bola api.

Baca Juga: Senator Lia Istifhama Soroti Janggalnya Gugatan Ponpes Raudlatul Banin Wal Banat

Biasanya, pertandingan ini dimainkan oleh laki-laki dewasa, meski kadang-kadang perempuan juga ada yang memainkan. Adapun anak-anak kecil disarankan tidak bermain karena dianggap sangat berbahaya.

Sementara lapangan yang dipakai relatif lebih kecil dari lapangan sepak bola umumnya. Ukuran lapangan biasanya lebih mirip dengan lapangan futsal.

Nah, pemain sepak bola api ini biasanya tidak memakai alas kaki agar permainan lebih menantang. Tidak ada durasi waktu dalam permainan ini, melainkan berdasarkan kesepakatan di antara kedua tim.

Begitu juga dengan jumlah pemainnya, tidak ada aturan pasti. Namun ukuran pemenang ditentukan gol terbanyak. Sepak bola api lebih menarik dimainkan pada malam hari, agar nyala api tampak lebih jelas, dan lebih menarik.

Baca Juga: Foto: Menjaga Nafas Para Santri, Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren

Permainan ini sebenarnya sudah ada lama ada. Menurut berbagai sumber, sepak bola pai berasal dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, dengan nama lailang.

Selanjutnya permainan ini menyebar ke berbagai daerah khususnya di daratan pulau Jawa. Biasanya, permainan sepak bola api ini dijadikan rutinan olah raga dan hiburan bagi santri di pondok pesantren atau pada musim tertentu, misalnya bulan Ramadan.

Berani memainkan?

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.