Rabu, 17 Jun 2026 13:32 WIB

Warga Sidoarjo Minta Pemkab Tutup Pemotongan Unggas di Pasar Sepanjang

Warga Ngelom dan Wonocolo Sidoarjo menggelar aksi menuntut penutupan pemotongan unggas di dalam Pasar Sepanjang. (foto: Nanang Qosim for jatimnow.com)
Warga Ngelom dan Wonocolo Sidoarjo menggelar aksi menuntut penutupan pemotongan unggas di dalam Pasar Sepanjang. (foto: Nanang Qosim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah warga dari Desa Wonocolo dan Ngelom, Kecamatan Taman, Sidoarjo menggelar unjuk rasa depan kompleks Pasar Sepanjang kota setempat, Kamis (17/11/2022).

Tuntutan warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menutup produksi pemotongan unggas yang ada di dalam kompleks pasar.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Permintaan ini tak lepas dari limbah hasil pemotongan unggas di dalam kompleks pasar sangat mengganggu. Beberapa kotoran yang meliputi bulu, darah, dan sisa pemotongan lain berdampak pada lingkungan pemukiman.

Nanang Qosim koordinator aksi menjelaskan lebih spesifik bahwa warga dua desa ingin Pasar Sepanjang dikembalikan sebagaimana fungsi semula.

"Tuntutan kami spesifik, tutup pemotongan unggas di dalam Pasar Taman dan kembalikan fungsi sebagaimana layaknya, yaitu sebagai tempat jual beli bukan pemotongan hewan unggas," kata Nanang di sela demo.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Ia juga mendesak baik PD Pasar atau Pemkab Sidoarjo untuk merespons tuntutannya. Menurutnya, pedagang pasar itu sudah membayar retribusi, sehingga harus ada ketegasan dari pihak terkait untuk menertibkan usaha yang bukan pada tempatnya.

Lebih lanjut, Nanang memaparkan bahwa di Desa Wonocolo dan Ngelom terdapat empat RT yang terdampak dari pemotongan unggas di dalam Pasar Sepanjang.

"Tidak hanya pada air sungai yang keruh dan berwarna hitam, tapi bau. Sumur-sumur warga yang kalau musim hujan kadang keluar belatung. Udara juga tercemar, misalnya di Desa Ngelom RT 3 dan RT 2. Untuk Wonocolo ada di RT 5 dan RT 14, itu yang paling terdampak adanya limbah hasil pemotongan unggas," paparnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Tak hanya itu, selain menimbulkan limbah, pasar unggas juga dinilai telah menggusur makam sesepuh yang sangat dihormati warga.

"Limbah pasar unggas juga menggusur makam seorang Mbah Dirjo Joyo Ulomo, seorang wali atau sesepuh desa, kami minta pemerintah merevitalisasi makam tersebut agar tidak tergusur," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.