Senin, 15 Jun 2026 09:16 WIB

Dibuang ke Sungai, Begini Cara Bu Lurah Lolos dari Maut

  • Penulis :
  • | Rabu, 01 Agu 2018 21:25 WIB
Korban percobaan pembunuhan Wilujeng Esti Utami sesaat setelah keluar dari Mapolres Banyuwangi
Korban percobaan pembunuhan Wilujeng Esti Utami sesaat setelah keluar dari Mapolres Banyuwangi

jatimnow.com - Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, lolos dari upaya percobaan pembunuhan dibuang di sungai dengan kedua kaki dan tangannya terikat tali.

Sungai tempat dia dibuang dan hanyut adalah sebuah kanal peninggalan Belanda yang beberapa kali menelan banyak korban jiwa sepanjang sejarahnya. Sungai itu menjadi perbatasan Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo dan Desa/Kecamatan Tegalsari.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pada malam saat kejadian, air hampir menyentuh bibir sungai yang memiliki kedalaman 5 meter tersebut. Tak jauh di hilir, atau 100 meter dari titik lokasi korban diselamatkan, ada pintu air besar. Lantas, bagaimana Wilujeng bisa bertahan dengan kedua kaki dan tangannya terikat tali.

Apalagi korban mengalami luka bocor bekas dihantam palu di kepala belakangnya oleh pelaku.

Pengakuan korban kepada polisi dan warga, tak lama saat diselamatkan, dia berupaya keras agar tubuhnya tidak tenggelam. Selama hanyut Wilujeng mempertahankan posisinya agar tetap muncul di permukaan sungai.

"Ibu itu hanyut dengan posisi tengadah hanya mukanya saja yang terlihat," ungkap Bahrodin Wijaya, warga Dusun Sendangrejo Desa Kebondalem, yang pertama kali menolong korban, kepada Jatimnow.com, Rabu (1/8/2018).

Bahrodin juga tak menyangka jika wanita yang ditolongnya dalam kondisi tangan terikat tali ke belakang. Pria yang juga perangkat desa ini juga merasa heran bagaimana cara korban bertahan agar tidak tenggelam.

"Waktu saya angkat bersama tetangga saya Pak Ponimin, tangan Bu Lurah diikat tali plastik hitam ke belakang," ungkapnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Bahrodin juga sempat melihat korban berupaya untuk mendekati bibir sungai. Korban menggerak-gerakkan kakinya seperti orang berenang gaya kupu-kupu. Itu dilihatnya saat Bahrodin melakukan pencarian sumber suara teriakan minta tolong yang didengarnya.

"Saya yakin kalau Bu Lurah itu punya teknik berenang yang bagus. Waktu saya tolong kakinya sudah tidak terikat," cetusnya.

Terlebih, menurut Bahrodin, saat korban ditolong masih dalam kondisi sadar dan ingatannya masih kuat. Padahal, di kepala belakang korban mengucur darah segar dari dua luka yang dialaminya.

Bahrodin beranggapan, kemampuan korban bertahan di air menjadi salah satu faktor nama Wilujeng tidak masuk dalam daftar orang yang mati tenggelam di sungai seberang rumahnya tersebut.

Baca Juga: Duo WNA China Tertangkap Tangan Lakukan Pencurian di Pesawat Citilink

"Kalau tidak punya teknik berenang pasti sudah tenggelam. Saya senang dan bersyukur bisa menolong korban tepat pada waktunya," tutupnya.

Kisah perjuangan Wilujeng bertahan saat hanyut di sungai tersebut mengingatkan latihan keras sebuah pasukan khusus milik Indonesia. Dimana, salah satu latihannya diceburkan ke laut dengan kedua tangan dan kakinya terikat tali.

Reporter: Irul Hamdani
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.