Jumat, 19 Jun 2026 06:27 WIB

Tradisi Sembelih Kambing Kendit untuk Sedekah Bumi Desa Carangrejo Ponorogo

Proses larungkan kambing kendit (Foto-foto:Mita Kusuma/jatimnow.com)
Proses larungkan kambing kendit (Foto-foto:Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jumat (11/11/2022) berkumpul di Dam Sumorobangun. Mereka menggelar sedekah bumi dengan menyembelih kambing kendit.

Pantauan di lokasi, prosesi penyelembihan dilakukan subuh sekitar pukul 04.00 WIB.Kemudian kambung itu diambil dagingnya untuk dimasak oleh para bapak-bapak yang datang. Saat memasak, tidak diperbolehkan ibu-ibu atau wanita yang memasak. Sementara bagian kepala, jeroan dan kulit dilarung di sungai.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Sebagai bentuk penjamuan kepada makhluk lain, seperti ikan atau penunggu sungai," ujar Kepala Dusun Bulurejo, Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Suyatno.

Kambing kendit adalah kambing berbulu hitam, namun bagian punggungnya putih, mirip selendang putih yang melingkar di badannya. Kambing kendit ini dianggap istimewa dan sakral.

Dia menjelaskan tradisi ini sudah berjalan 200 tahun lebih dan terus dilestarikan oleh warga setempat. Setiap bulan 11 atau November dan harus hari Jumat Legi.

Suyatno menerangkan setelah selesai acara memasak kemudian dilanjutkan dengan acara doa bersama atau kenduri. Warga pun antusias mengikuti prosesi ini.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ini, lanjut Suyatno, sebagai bentuk rasa syukur dalam atas air dari Sumorobangun ke Carangrejo. Awal mulanya, ada mbah Doplang yang memimpin warga Carangrejo untuk membuat aliran sungai.

"Mbah Doplang menyeret tongkatnya untuk membuat sungai bersama warga, dari Sumorobangun sampai ke Carangrejo. Agar warga Carangrejo hidup makmur dari hasil pertanian," imbuh Suyatno.

Setelah pelarungan dan kenduri, ritual dilanjutkan dengan mengawinkan dua sumber air. Dari sumber air Sumorobangun dengan air Beji Sendang Songo.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

"Warga berharap dengan adanya ritual ini, sebagai sesama makhluk biar harmonis. Sebagai generasi penerus, kami hanya meneruskan dan melestarikan," pungkas Suyatno.

Untuk diketahui, kegiatan ini adalah bagian dari event budaya Boyong Basuki Tirto Pagesangan, 6 hingga 12 November 2022.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.