Rabu, 17 Jun 2026 09:14 WIB

HIPAKAD Jatim Beri Wawasan Kebangsaan pada Ribuan Santri

HIPAKAD Jatim memberi wawasan kebangsaan kepada pelajar. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
HIPAKAD Jatim memberi wawasan kebangsaan kepada pelajar. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 1.000 pelajar di SMP dan SMA Ar-Rohmah, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mendapat wawasan kebangsaan dari Himpunan Putra-putri Keluarga TNI AD (HIPAKAD), menyambut Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2022).

Mengusung tema 'Pahlawan Sebagai Uswatun Khasanah Dalam Kehidupan Sehari-hari' HIPAKAD bersama perwakilan Korem 083/BDJ memberikan wawasan dan motivasi kepada para pelajar, yang merupakan santri Pesantren Hidayatulloh Malang.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Ketua DPD HIPAKAD Jatim, Priyo Effendy mengatakan, pihaknya menyambut antusias Ponpes Hidayatulloh untuk menanamkan wawasan kebangsaan. Menurutnya, generasi milenial wajib memahami esensi bangsa dan pahlawan.

“Saat ini, bisa dibilang generasi muda kita ada pada fase pemahaman yang minim. Untuk itu perlu terus digemakan tentang apa itu Pancasila, NKRI dan nilai pahlawan,” katanya, Kamis (10/11/2022).

Effendy menilai kurangnya wawasan kebangsaan dan kepahlawanan dari para generasi muda, berbanding lurus dengan era modernitas saat ini.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

“Generasi muda banyak yang tidak mengetahui nama-nama para pahlawan, apalagi riwayat pahlawan dan esensi perjuangan mereka,” ungkapnya.

Untuk penekanan yang disampaikan meliputi tentang tokoh pejuang dan pengaruhnya untuk kemerdekaan, juga semangat tanpa pamrih merebut kemerdekaan bangsa.

“Dahulu, era sebelum generasi milenial, di jenjang SMP dan SMA sudah mendapatkan materi ketahanan kenegaraan, namun sekarang sudah dihapus. Maka perlu diperkenalkan kepada generasi muda," tegasnya.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

Terlebih pemahaman generasi muda dinilai kurang, sebab minimnya referensi terkait kebangsaan yang tidak ada lagi dalam pendidikan formal.

“Idealisme sebuah bangsa itu dibentuk atas dasar kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah air. Selanjutnya, idealisme kebangsaan menggelora, ketika nilai-nilai Pancasila tertanam dalam hati dan pikiran generasi muda,” tutupnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.