Minggu, 21 Jun 2026 23:08 WIB

Merajut Toleransi untuk Menangkal Radikalisme di Sidoarjo Melalui Festival

Penampilan seni dan budaya dari peserta Festival Toleransi di Sidoarjo (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Penampilan seni dan budaya dari peserta Festival Toleransi di Sidoarjo (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival Toleransi digelar di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (5/11/2022). Acara ini dihelat untuk menangkal paham radikal dengan sikap toleran.

Acara tersebut digagas Komunitas Seni Budaya Brang Wetan dan berbagai elemen seperti Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Organisasi Kepemudaan (OKp) dan Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) Institute.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Rangkaian acara dalam festival meliputi doa lintas agama, penampilan festival antar budaya dari sekolah toleransi mulai tari hingga pidato kebangsaan serta pameran toleransi dari setiap sekolah.

Ketua Komunitas Brang Wetan Sidoarjo, Henry Nur Cahyo menyebut bahwa acara ini menjadi program yang telah berjalan selama satu tahun.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Jadi acara ini merupakan rangkaian dari program setahun yang namanya program "cinta budaya cinta tanah air". Nah, di dalam program itu misinya adalah bagaimana kita menangkal bahaya radikalisme dan menumbuhsuburkan semangat toleransi agar bangsa ini tidak terpecah belah," papar Henry.

Brang Wetan dalam hal ini mendampingi 5 sekolah yang masuk dalam program sekolah toleransi, yaitu MA Nurul Huda Sedati, SMPN 1 Gedangan, SMPN 1 Taman, SMPN 1 Waru, dan SMAN 1 Gedangan untuk menampilkan karya mereka terkait budaya toleransi.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Harapannya, supaya toleransi tidak hanya menjadi urusannya brangwetan saja dan OKp, tapi dari setiap masyarakat. Mangkanya kita gelar di muka umum supaya Sidoarjo dapat menjadi kabupaten yang peduli terhadap toleransi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.