Selasa, 16 Jun 2026 08:26 WIB

Galian C yang Tewaskan Dua Orang Beroperasi Lagi, Garis Polisi Hilang

Lokasi kejadian galian c yang menewaskan dua pencari batu. (Foto: Arda for jatimnow.com)
Lokasi kejadian galian c yang menewaskan dua pencari batu. (Foto: Arda for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus tewasnya dua pencari batu di galian C Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto masih suram.

Bahkan, garis polisi yang terpasang di lokasi kejadian longsornya tebing galian C itu sudah lenyap. Tambang itu juga sudah beroperasi hanya beberapa hari setelah insiden itu.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Sekitar tiga hari setelah kejadian itu (garis polisi) sudah nggak kelihatan lagi. Apa memang ada yang mencopot atau gimana, kurang tahu," kata salah seorang pencari rumput, ST, Jumat (4/11/2022).

"Beberapa hari pascainsiden yang merenggut dua korban jiwa tersebut penambangan kembali dilakukan. Sudah digali lagi sampai sekarang. Cuman sekarang tidak terlalu (masif) seperti sebelum itu," tambahnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhani saat dikonfirmasi terkait beroperasinya tambang galian C ini belum merespons.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Namun, sumber internal menjelaskan, kasus kejadian longsornya tebing galian c milik Widhi Sulton Wahyudi yang menewaskan dua pencari batu itu masih dalam penyelidikan.

"Belum ada progres signifikan. sekarang masih proses, tahap lidik. Sebenarnya garis polisi itu dicabut kalau kondisi sudah kondusif (penyelidikan dan penyidikan selesai)," bebernya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Masih kata sumber tersebut, hingga saat ini petugas belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya dua pencari batu ini.

Sebelumnya, longsor terjadi di galian c yang menimbun empat orang pencari batu. Dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.