Selasa, 16 Jun 2026 13:12 WIB

Kronologis Pembunuhan Wanita Dalam Kamar Hotel di Sidoarjo

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Kasus pembunuhan Faridah (41) seorang wanita asal Keling, Jumputrejo, Sukodono yang ditemukan tewas di kamar hotel di kawasan Medaeng, Waru, diduga dipicu karena cemburu.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, tersangka pelaku pembunuhan M Andi Sukarnain (24) diketahui adalah seorang penjual ayam geprek yang menyewa lahan di sekitar rumah korban dulu.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Pelaku dengan korban juga dikabarkan menjalin hubungan asmara terlarang sebelum akhirnya pihak keluarga dan suami korban tahu akan hal tersebut.

"Padahal pelaku ini sudah punya istri. Sementara kalau korban ini sedang pisah ranjang dengan suminya. Belum resmi bercerai," ujar MI, salah satu warga, kepada jatimnow.com.

MI mengatakan bahwa sebelum kejadian, pada Selasa (1/11/2022) pagi, korban sempat berpamitan kepada anak bungsunya untuk keluar sebentar.

"Pagi itu sempat pamit ke anaknya yang bungsu katanya mau keluar sebentar. Setelah itu malamnya keluarga korban katanya dapat kabar dari kepolisian itu," imbuhnya.

Ternyata, di hari tersebut pelaku sengaja mengajak korban untuk bertemu dan membicarakan kelanjutan hubungan asmara gelapnya dengan korban.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Pelaku juga disebut sempat mengajak korban berkeliling sebelum akhirnya keduanya memutuskan menginap di hotel yang ada di kawasan Medaeng tersebut.

Saat pelaku pergi ke kamar mandi, korban dikabarkan melihat isi HP pelaku. Begitu terkejutnya korban ketika mengetahui bahwa HP pelaku telah dipenuhi dengan foto wanita.

"Usai mandi, korban pun meluapkan kecemburuannya kepada pelaku. Pelaku dan korban ini akhirnya cekcok dan adu mulut," ujar sumber terpercaya yang tidak bisa disebut namanya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Keadaan sempat memanas karena adu mulut dari pelaku dan korban. Korban saat itu mengungkit semua yang telah diberikannya kepada pelaku. Seketika itupun, pelaku naik pitam dan mencekik korban hingga kehabisan nafas dan berdarah.

Tidak hanya itu saja, setelah mencekik korban, pelaku juga menjeratnya dengan kerudung hingga korban lemas tak berdaya sampai meninggal dunia.

"Pelaku kemudian mengambil HP dan motor milik korban untuk dibawa kabur," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.