Sabtu, 20 Jun 2026 20:12 WIB

Cara Warga Mojokerto Kurangi Ketergantungan Obat Kimia dengan Toga

Warga Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menanam toga di pekarangan rumah. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Warga Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menanam toga di pekarangan rumah. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah warga Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto memilih menanam tanaman obat keluarga. Langkah ini diambil untuk mengurangi konsumsi obat kimia.

Beberapa toga yang mulai ditanam warga meliputi jahe merah, kunir, kencur, sirih merah, sirih hitam, serai, binahong, sambung nyawa, lidah buaya dan selada air. Selain menanam tanaman obat ada pula sayuran.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Ada beberapa cara yang dilakukan warga untuk menyiasati minimnya lahan tanam. Misalnya dengan memanfaatkan botol bekas sebagai pot. Warga juga menggunakan pot permanen sebagai median tanam.

Alternatif lain adalah dengan mengaitkan ke pagar rumah warga. Untuk urusan rerawatan dikembalikan kepada pemilik rumah masing-masing, mulai dari penyiangan, memotong dedaunan kering, maupun penyiraman hingga pemberian memberikan pupuk.

Sejak awal tahun ini, warga bisa merasakan hasil yang ditanam di depan rumah. Fungsi utamanya adalah untuk pengobatan selain untuk konsumsi lain.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Salah satu warga, Umi Salfiah mengatakan bahwa berbagai tanaman obat ini memiliki manfaat masing-masing. Sebut saja daun sirih yang bisa digunakan untuk mengobati luka ringan.

“Sebelum mendapat obat, (daun sirih) bisa dimanfaatkan sementara. Binahong juga demikian, bisa untuk mengobati luka. Malah ada yang sakit kanker payudara juga diobati memakai daun sirih hitam,” kata Umi, Kamis (3/11/2022).

Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Surodinawan menjelaskan bahwa penarikan obat untuk anak-anak, terutama sirop juga berdampak dalam hal kesehatan.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Alhasil, warga memanfaatkan tanaman lidah buaya untuk panas dalam dan kunyit untuk menurunkan panas dan temu lawak untuk nafsu makan.

“Apalagi saat Covid-19, banyak warga memanfaatkan jahe dan kunyit untuk diminum, sebagai penambah daya tahan tubuh. Keduanya bisa digunakan untuk mencegah Covid-19,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.