Sabtu, 20 Jun 2026 17:03 WIB

Harga Kedelai Impor Naik, Ini Kata Perajin Tahu Jombang

Proses pembuatan tahu di sentra industri tahu Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proses pembuatan tahu di sentra industri tahu Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga kedelai impor untuk bahan baku produksi tahu naik drastis. Kenaikan harga bahan baku itu membuat para perajin di sentra industri tahu, di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang mengeluh.

Imam Subeki, salah satu perajin tahu di Desa Mayangan mengatakan bahwa selain harga kedelai impor naik, kualitas kedelai juga buruk. Kualitas bahan baku ini memengaruhi produk dan menyebabkan perajin merugi.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

“Sampai hari ini harga kedelai naik mulai dari Rp13.500 menjadi Rp13.700. Kenaikan ini menjadi yang paling tinggi,” kata Imam, Selasa (1/11/2022).

Ia memperkirakan kenaikan bakal terus berlanjut. Masalahnya kenaikan harga kedelai impor dari Rp13.500 menjadi Rp13.700 hanya dalam beberapa hari saja.

“Kenaikan harga kedelai impor terjadi sekitar satu bulan setengah,” bebernya.

Untuk mengantisipasi kerugian agar tidak terlalu parah, para perajin tahu menyiasati dengan memperkecil ukuran produksinya. Meski sejauh ini ia belum menghitung margin yang didapat.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

“Tetap memproduksi (tahu) seperti biasa, hanya saja ukurannya yang sedikit diperkecil, isi takaran agak dikurangi, dan harga tahu sedikit dinaikkan,” katanya.

Ia mengaku tidak mengurangi jumlah produksi karena tahu di pasaran masih tetap laku untuk dijual ke pelanggan. Dengan kata lain, demand masyarakat relatif aman.

“Tidak mengurangi volume produksi, karena kita tetap akan memproduksi selama dijual masih laku, kondisi pasar tahu ini masih baik," paparnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Ia menyebut para perajin ini mengeluhkan kualitas kedelai impor yang buruk. Padahal harga kedelai impor terus mengalami kenaikan. Ia berharap agar ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi hal itu.

“Yang banyak dikeluhkan perajin ini kualitas kedelai. Harganya naik, kualitasnya jelek, banyak kotoran dan pecah-pecah (defect). Ya kami berharap pemerintah menstabilkan harga kedelai impor di pasar,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.