Senin, 15 Jun 2026 07:58 WIB

Ribuan Penari Gandrung Sewu Banyuwangi Dijamin Asuransi Kecelakaan

  • Penulis :
  • | Jumat, 28 Okt 2022 19:23 WIB
Penari gandrung Banyuwangi (Foto-foto: Pemkab Banyuwangi)
Penari gandrung Banyuwangi (Foto-foto: Pemkab Banyuwangi)

jatimnow.com - 1.248 talent yang akan tampil dalam Festival Gandrung Sewu mendapatkan asuransi kecelakaan dari Pemkab Banyuwangi.

Menurut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, bantuan premi asuransi tersebut sebagai upaya perlindungan bagi para pelajar tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Ini bentuk apresiasi Pemkab kepada para talent yang berlatih keras mempersiapkan diri di Festival Gandrung Sewu. Asuransi ini akan memberikan perlindungan untuk menghindari resiko yang mungkin saja mereka alami selama proses latihan hingga saat pelaksanaan besok," jelas ipuk usai meninjau Galdi bersih Festival Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom, Jumat (28/10/2022).

Gandrung Sewu merupakan agenda wisata tahunan yang rutin digelar di Kabupaten Banyuwangi sejak Tahun 2012. Festival ini akan kembali digelar Sabtu (29/10/2022) sore di bibir Pantai Marina Boom.

Lebih dari seribu penari akan menampilkan atraksi seni kolosal di bibir Pantai Boom, berlatarkan panorama Selat Bali.

Para talent yang terlibat diseleksi dari hampir 3000 pelajar tingkat SD dan SMP yang mendaftar, hingga terseleksi 1.248 peserta. Mereka tidak hanya dari sekolah umum, tapi juga dari madrasah dan sekolah berbasis pesantren se Banyuwangi.

Baca Juga: Cermati Fintech Group Fasilitasi 225 Pemudik Gratis

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M.Y. Bramuda menjelaskan bantuan asuransi ini diberikan untuk dua bulan (September dan Oktober) dengan pertanggungan yang dijamin berupa kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat tetap serta jaminan biaya pengobatan.

"Mereka adalah pelaku seni, sehingga kita daftarkan asuransi dengan segmentasi minat atau bakat," terang Bramuda.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Gandrung sewu kali ini mengusung tema Sumunare Tlatah Blambangan yang bermakna Kilau Bumi Blambangan, diambil dari Kerajaan Blambangan. Kala itu, kerajaan dilanda wabah. Bahkan sang putri raja bernama Dewi Sekardadu, terjangkit.

Tak seorangpun mampu menyembuhkan. Hingga nanti datang seorang ulama bernama Syekh Maulana Ishak ke Blambangan.

"Tema ini kit angkat sebagai spirit kebangkitan Banyuwangi usai menghadapi pandemi. Ini sesuai dengan tagline yang dicetuskan oleh Bupati Banyuwangi, yakni Banyuwangi Rebound," ungkap Bramuda.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.