Kamis, 18 Jun 2026 11:09 WIB

Anggota Komisi B DPRD Jatim Ingatkan Konten Negatif Pengaruhi Psikologis

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari. (foto: jatimnow.com)
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari. (foto: jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota DPRD Jatim, Agatha Retnosari mengingatkan agar era kemajuan teknologi tidak memberi pengaruh gaya hidup yang bisa berdampak negatif terhadap privasi.

Menurutnya, jejak digital bisa memberi dampak psikologis apabila konten tersebut bermuatan negatif.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Anak muda di era saat ini tidak ada yang tidak punya HP. Kemajuan teknologi telah menjadi pergeseran lifestyle cara berkomunikasi dan mengekspresikan pendapat. Apa yang kita rekam, apa yang menjadi konten, jika bersifat negatif, tidak akan hilang. Karena jejak digital itu akan berpengaruh pada citra seseorang," kata Agatha, Jumat (28/10/2022).

Hadir dalam seminar sosialisasi Wawasan Kebangsaan Membangun Patriot di Era Disrupsi Mencegah Kekerasan Seksual, yang di gelar di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, ia mengajak mahasiswa agar memanfaatkan teknologi dengan membuat konten-konten yang positif.

Anggota Komisi B itu memberi contoh banyaknya konten di sosial media yang bisa menjadi jejak digital. Apabila jejak digital itu positif, tidak memberi dampak besar bagi seseorang.

"Anak-anak muda tidak tahu, apakah besok jadi pejabat atau orang penting. Jika terpaut dengan unggahan masa lalu yang negatif, maka memberi citra negatif pada identitasnya, maupun instansi yang dia ikuti," katanya.

Ia mencontohkan seorang mahasiswa yang menyimpan hingga upload foto yang tidak pantas, bisa mengganggu karier. Masalahnya sifat internet bisa bertahan hingga 10 tahun, dan tidak bisa hilang.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

"Misalkan ada orang yang tak bertanggung jawab ataupun hacker, foto lama bersemi kembali. Akan menjadi fatal bila foto tersebut bersifat tak senonoh," guyonnya.

Selain itu, tidak semua anak di Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak, karena bantuan SPP dari pemerintah belum bisa menjangkau secara keseluruhan.

"Bantuan dari pemerintah itu beberapa sektor, dan tidak bisa menjangkau semuanya," katanya.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Olah karena itu, orang tua harus berperan penting mengawasi tumbuh kembang anak.

"Ini isu yang menjadi tanggung jawab semua orang tua, pendidik, dan pemuka agama," tuturnya.

Karenanya, untuk menanamkan nilai kebaikan dan adat ketimuran sejak dini. Karena menurut Agatha saat ini banyak anak-anak kecil yang sudah tahu apa yang seharusnya belum waktunya diketahui.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.